Perbandingan efektivitas mengunyah buah bengkuang (Pachyrhizus erosus) dan buah apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) terhadap penurunan indeks plak pada anak usia 10-12 tahun di SD Negeri 2 Dauh Puri

  • Ni Nyoman Ayu Noviyanti Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I Gusti Agung Dyah Ambarawati Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I Gusti Agung Sri Pradnyani Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: yam fruit (Pachyrhizus erosus), manalagi apples (Malus sylvestris Mill.), dental plaque

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang disebabkan oleh rendahnya kebersihan rongga mulut sehingga memudahkan terjadinya akumulasi plak gigi. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan mengunyah makanan yang berserat seperti buah bengkuang dan buah apel manalagi. Bengkuang mengandung isoflavon, dan flavonoid sedangkan apel manalagi mengandung cathechin, tannin, dan quercetin yang dapat menghambat aktivitas enzim glucosyltransferase (GTFs) sehingga menghambat pembentukan plak gigi.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas mengunyah buah bengkuang dan buah apel manalagi terhadap penurunan indeks plak.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test comparative two group design. Sampel sebanyak 58 siswa usia 10-12 tahun di SD Negeri 2 Dauh Puri, secara acak dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok mengunyah buah bengkuang dan kelompok mengunyah buah apel manalagi. Indeks plak diukur dengan indeks plak Turesky-Gillmore-Glickman modification of Quigley-Hein.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengunyah buah bengkuang dan apel manalagi efektif dalam menurunkan indeks plak. Analisis independent sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbandingan efektivitas yang signifikan antara kelompok mengunyah buah bengkuang dan kelompok mengunyah buah apel manalagi dalam menurunkan indeks plak (p>0,05).

Simpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbandingan efektivitas yang bermakna antara kelompok mengunyah buah bengkuang dan mengunyah buah apel manalagi.

 

Background: Dental caries is one of the dental health problems caused by the low hygiene of the oral cavity which facilitates the occurrence of dental plaque accumulation. The prevention that can be done is by chewing fibrous foods such as yam fruit and manalagi apples. Yam fruit contains isoflavon and flavonoids, while manalagi apples contain cathechin, tannin, and quercetin which can inhibit the activity of glucosyltransferase (GTFs) which inhibit dental plaque formation.

Aim: The purpose of this study was to compare the effectiveness of chewing yam fruit and manalagi apples against decreasing plaque index.

Method: This study was an experimental research with pre-test and post-test comparative two group design. The sample were 58 students aged 10-12 years at SD Negeri 2 Dauh Puri and randomly divided into two groups, namely the group chewing yam fruit and the group chewing manalagi apples. The plaque index was measured by plaque index from Turesky-Gillmore-Glickman modification of Quigley-Hein.

Result: The result showed that chewing yam fruit and manalagi apples was effective in reducing the plaque index. Independent sample t-test analysis showed that there was no significant comparison of effectiveness between chewing yam fruit and manalagi apples in reducing the plaque index (p>0,005).

Conclution: The conclusion of this study was that there was no significant comparison of effectiveness between the group chewing yam fruit and manalagi apples.

Author Biographies

Ni Nyoman Ayu Noviyanti, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

I Gusti Agung Dyah Ambarawati, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

I Gusti Agung Sri Pradnyani, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2021-06-01
Section
Original Article