Hubungan Antara Faktor Determinan Pencabutan Gigi terhadap Permintaan Tindakan Pencabutan Gigi Permanen di RSUP Sanglah

  • Kadek Dena Ayu Ersafira Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • IGA Dyah Ambarawati Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I Made Ady Wirawan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: pencabutan gigi, tingkat pengetahuan, pengalaman sebelumnya, tingkat ekonomi, frekuensi kunjungan

Abstract

Introduction: Treatment for various problems in the oral cavity varies greatly according to the needs and conditions of each patient. Behavior for dental and oral health is related to knowledge, past experience, economic status, and visit frequency of each treatment.

Aim: The purpose of this study was to know the correlation between the determinant factors of tooth extraction and tooth extraction demand.

Method: This study is a cross-sectional analytic study with time-sequential sampling. A sample of 53 people aged 26-65 years at the Dental Polyclinic Sanglah Hospital was given a questionnaire calculated on the Guttman scale.

Result: The results of the Chi-square test analysis showed a significant relationship between knowledge (0.001), economic status (0.000), visit frequency (0.001), and financial sources (0.001) with permanent tooth extraction demand. Different results were found in the past experience variable (0.623) where there was no relation between the variable and permanent tooth extraction demand.

Conclusion: The conclusions of this study are knowledge, economic status, and visit frequency affect the tooth extraction demand while the past experience factor do not affect on the tooth extraction demand.

 

Latar Belakang: Perawatan untuk berbagai permasalahan yang ada di rongga mulut sangatlah bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi dari masing-masing pasien. Perilaku akan kesehatan gigi dan mulut sangat berhubungan dengan tingkat pengetahuan, pengalaman sebelumnya, status ekonomi masyarakat, dan frekuensi kunjungan dari masing-masing perawatan.

Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor determinan pencabutan gigi dengan permintaan tindakan pencabutan gigi permanen di RSUP Sanglah.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu time-sequential sampling. Sampel sebanyak 53 orang dengan rentang usia 26-65 tahun di Poliklinik Gigi RSUP Sanglah diberikan kuisioner yang dihitung dengan skala Guttman.

Hasil: Terdapat 53 sampel yang terdiri dari 28 orang (52,8%) berjenis kelamin laki-laki, 25 orang (47,2%) berjenis kelamin perempuan. Hasil uji Chi-square pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,001), tingkat ekonomi (p=0,000), frekuensi kunjungan (p=0,001), dan sumber pembiayaan (p=0,001) terhadap permintaan pencabutan gigi permanen (p-value <0,05). Hasil yang berbeda ditemukan pada variabel pengaruh pengalaman sebelumnya dengan hasil 0,623 (p-value>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan permintaan pencabutan gigi permanen.

Simpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, tingkat ekonomi, dan frekuensi kunjungan berpengaruh terhadap permintaan pencabutan gigi sedangkan faktor pengalaman sebelumnya tidak berpengaruh terhadap permintaan pencabutan gigi.

Author Biographies

Kadek Dena Ayu Ersafira, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

IGA Dyah Ambarawati, Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

I Made Ady Wirawan, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2021-10-23
Section
Original Article