Perbandingan Kekerasan Permukaan Enamel Gigi Pada Proses Bleaching Dengan Menggunakan Ekstrak Buah Semangka 100% (Citrullus lanatus) dan Karbamid Peroksida 10%

  • Made Citra Bunga Anjani Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Desak Nyoman Ari Susanti Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Sari Kusumadewi Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: Bleaching gigi, karbamid peroksida, ekstrak buah semangka, kekerasan permukaan enamel gigi, Vickers hardness tester

Abstract

Introduction: Bleaching is a tooth whitening technique that uses chemicals such as carbamide peroxide which can cause side effects on the hard tissue of teeth. There are several alternatives for whitening teeth, for example, the use of fruits. Previous research stated that watermelon (Citrullus lanatus) is able to whiten teeth because it contains malic acid. The purpose of this study was to compare the hardness of tooth enamel in the bleaching process using 100% watermelon fruit extract and 10% caramide peroxide.

Method: An experimental research has been done using true experimental with pretest-posttest control group design with a sample of 27 post-extraction permanent premolar teeth divided into 3 treatment groups, namely 100% watermelon extract group, 10% carbamide peroxide group, and control group. The time for bleaching is 1 hour per day for 2 weeks. During the treatment all samples were stored in an incubator at 37oC. The enamel surface hardness was measured before and after treatment using the Vickers hardness tester. Data were analyzed by the Wilcoxon signed-rank test and Kruskall Wallis test.

Result: The results showed a significant decrease in enamel surface hardness in the 100% watermelon extract group and there were insignificant changes in the 10% carbamide peroxide group and control group. Statistically the results of the Kruskall Wallis test obtained a value of p > 0.05 indicating that there were no significant differences between the three groups.

Conclusion: There was no significant difference in changes in surface hardness of tooth enamel in the treatment group of 100% watermelon extract and 10% carbamide peroxide.

 

Latar Belakang: Bleaching merupakan teknik pemutihan warna gigi yang menggunakan bahan kimia seperti karbamid peroksida yang dapat menimbulkan efek samping pada jaringan keras gigi. Terdapat beberapa alternatif untuk memutihkan gigi misalnya adalah pemanfaatan buah-buahan. Penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa buah semangka (Citrullus lanatus) mampu memutihkan gigi karena mengandung asam malat. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kekerasan permukaan enamel gigi pada proses bleaching dengan menggunakan ekstrak buah semangka 100% dan karbamid peroksida 10%.

Metode: Penelitian eksperimental dilakukan dengan pretest-posttest control group design dengan jumlah sampel 27 gigi premolar permanen post-ekstraksi dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok ekstrak semangka 100%, karbamid peroksida 10%, dan kontrol. Waktu perlakuan bleaching adalah 1 jam per hari selama 2 minggu. Selama perlakuan seluruh sampel disimpan dalam inkubator dengan suhu 37oC. Kekerasan permukaan enamel diukur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan alat Vickers hardness tester. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank test dan uji Kruskal Wallis.

Hasil: Penelitian menunjukkan terjadi penurunan kekerasan permukaan enamel yang signifikan pada kelompok ekstrak semangka 100% dan terdapat perubahan yang tidak signifikan pada kelompok karbamid peroksida 10% dan kelompok kontrol. Secara statistik hasil analisis uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p>0,05 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok.

Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perubahan kekerasan permukaan enamel gigi pada kelompok perlakuan ekstrak semangka 100% dan karbamid peroksida 10%.

Author Biographies

Made Citra Bunga Anjani, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Desak Nyoman Ari Susanti, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Sari Kusumadewi, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2021-06-01
Section
Original Article