Gambaran Kondisi Oral Hygiene dan Karies Gigi pada Duta Pariwisata Kabupaten Klungkung

  • I Gusti Ayu Dinda Sarmista Dewi Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Putu Ratna Kusumadewi Giri Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Ni Made Sri Nopiyani Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Keywords: Karies gigi, Oral hygiene, Duta Pariwisata

Abstract

Introduction: Tourism generates billions of dollars in revenues and millions of jobs around the world. Figures that can help in introducing or promoting the tourism is tourism ambassadors. As a Tourism Ambassador it requires the ability or expertise in promoting tourism potential and has an attractive appearance that is able to influence the people. The task of a Tourism Ambassador will be directly into the community to promote regional tourism. So that people are interested to listening, the Tourism Ambassador must pay attention to his appearance. Face is a part that becomes the center attention, while the mouth is the most prominent part because the condition of the tooth affects the appearance of a person. Oral hygiene can cause bad breath that can affect the  confident in the task of being a tourism ambassador of Klungkung Regency. Caries can cause toothache that can also interfere with the task.

Objective: To know the condition of oral hygiene and dental caries in the tourism ambassadors of Klungkung Regency.

Research method: This research is a descriptive research conducted on the tourism Ambassador of Klungkung Regency with a total of 50 respondents.

Results: Through OHI-S examination the results were good (92%), moderate (8%). Through DMF-T examination obtained very low results (82%), low (6%), and moderate (12%). Conclusion : Oral Hygiene conditions in Ambassadors Tourism of Klungkung Regency is on good criteria and condition of caries The teeth are on very low criteria.

 

Pendahuluan : Pariwisata menghasilkan miliaran dolar dalam pendapatan dan jutaan pekerjaan di seluruh dunia. Figur yang dapat membantu dalam memperkenalkan atau mempromosikan potensi wisata suatu daerah yaitu Duta Pariwisata. Dalam menjalankan peran sebagai Duta Pariwisata dibutuhkan kemampuan atau keahlian dalam mempromosikan potensi wisata serta memiliki penampilan yang menarik yang mampu mempengaruhi massa. Tugas seorang Duta Pariwisata nantinya akan terjun langsung ke masyarakat untuk mempromosikan pariwisata daerahnya. Agar masyarakat tertarik untuk mendengarkan, Duta Pariwisata haruslah memperhatikan penampilannya. Wajah merupakan bagian yang menjadi pusat perhatian dari tubuh kita, sedangkan mulut adalah bagian yang paling menonjol karena itu kondisi gigi mempengaruhi penampilan seseorang  Oral hygiene yang buruk dapat menyebabkan bau mulut yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri saat melakukan tugas sebagai Duta Pariwisata Kabupaten Klungkung. Karies dapat menyebabkan Duta Pariwisata Kabupaten Klungkung merasakan sakit gigi yang juga dapat mengganggu saat menjalankan tugas.

Tujuan: Mengetahui gambaran kondisi oral hygiene dan karies gigi pada Duta Pariwisata Kabupaten Klungkung.

Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan pada Duta Pariwisata Kabupaten Klungkung dengan jumlah 50 responden. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kondisi oral hygiene dan karies gigi secara langsung

Hasil : Melalui pemeriksaan OHI-S diperoleh hasil baik (92%), sedang (8%). Melalui pemeriksaan DMF-T diperoleh hasil sangat rendah (82%), rendah (6%), dan sedang (12%). Kesimpulan : Kondisi Oral Hygiene pada Duta Pariwisata Kabupaten Klungkung berada pada kriteria baik dan kondisi Karies Gigi berada pada kriteria sangat rendah.

Author Biographies

I Gusti Ayu Dinda Sarmista Dewi, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Putu Ratna Kusumadewi Giri, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Ni Made Sri Nopiyani, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published
2021-06-01
Section
Original Article