Persepsi remaja terhadap pemakaian gigi tiruan di SMAN 3 Denpasar

  • I Gusti Ayu Intan Nirmala Sari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Desak Nyoman Ari Susanti Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Ni Made Ari Wilani Program Studi Ilmu Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: persepsi, remaja, gigi tiruan

Abstract

Background Permanent tooth lost can interfere adolescent activities such as eating and socializing. Tooth loss should be treated with denture use. Riskesdas Province Bali in 2013 showed a gap between the prevalance of permanent teeth loss in adolescents (34,39%) and denture use in adolescents of age group 15-24 year (3,7%). This condition described most adolescents who experience permanent tooth loss did not have the same perception of denture use. The purpose of this study was to investigate adolescent perception about denture use in SMAN 3 Denpasar.
Methods: This study was a descriptive study with a cross-sectional design by using questionnaire. The sampling technique used is stratified random sampling by selecting a random sample in each class of every strata. The collected data were analyzed by descriptive statistical analysis technique.
Result: The results showed, 4.9% of adolescents have good perception, 90.2% of adolescents have enough perception, and 4.9% of adolescents have less perception of the use of denture in SMAN 3 Denpasar.
Conclusion: Generally adolescents in SMAN 3 Denpasar are enough to understand the benefits and purpose of the use of denture.

Latar belakang: Kehilangan gigi permanen dapat mengganggu aktivitas remaja seperti makan dan bersosialisasi. Kondisi kehilangan gigi ini sebaiknya dirawat dengan pemakaian gigi tiruan. Riskesdas Provinsi Bali tahun 2013 menunjukkan adanya kesenjangan prevalensi kehilangan gigi permanen pada remaja (34,39%) dengan pemakaian gigi tiruan pada remaja kelompok usia 15-24 (3,7%). Kondisi ini menggambarkan sebagian besar remaja yang mengalami kehilangan gigi permanen tidak memiliki persepsi yang sama terhadap pemakaian gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja terhadap pemakaian gigi tiruan di SMAN 3 Denpasar.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling dengan memilih sampel secara acak pada setiap kelas di setiap strata. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebesar 4,9% remaja memiliki persepsi dengan kategori baik, 90,2% remaja memiliki persepsi dengan kategori cukup, serta 4,9% remaja memiliki persepsi dengan kategori kurang terhadap pemakaian gigi tiruan.
Simpulan: Secara umum remaja di SMAN 3 Denpasar cukup memahami manfaat serta tujuan pemakaian gigi tiruan.

Author Biographies

I Gusti Ayu Intan Nirmala Sari, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Desak Nyoman Ari Susanti, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Made Ari Wilani, Program Studi Ilmu Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Ilmu Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2020-05-06
Section
Original Article