Hubungan faktor risiko usia, perilaku menyikat gigi, dan penggunaan tusuk gigi terhadap angka kejadian abrasi gigi di Banjar Dinas Tangkupanyar, Desa Tangkup Sidemen, Karangasem

  • Made Sukma Saraswathi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Putu Ratna Kusumadewi Giri Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • Luh Wayan Ayu Rahaswanti Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Keywords: Abrasi Gigi, Usia, Perilaku menyikat gigi, Penggunaan tusuk gigi

Abstract

Background: Dental and oral health problem in the rural area has increased every year. The Villagers knowledge about the dental abrasion is still lacking. Dental abrasion is a damage on the surface layer of the tooth caused by the contact of the tooth with an object outside which scratches the surface of the tooth and forms a hollow on the tooth surface. Clinical image of tooth abrasion is sharp V-shaped cavity in the CEJ portion of the facial aspect of the tooth. Abrasion can be caused by the improper tooth brushing behavior and the use of toothpicks. Beside that the age factor can also influence the number of dental abrasion in the community.
Aim: The purpose of this research is to determine the corelation between risk factor of age, tooth brushing behavior, and the utilization of toothpicks to the number of dental abrasion case at Banjar Dinas Tangkupanyar, Tangkup village, Sidemen Karangasem. 
Methods: This research is a analytical observational research with cross sectional approach. The samples are 114 people who were determined by using simple random sampling. This research uses the spearman rank test correlation. The data of age, toothbrushing behavior, and utilization of toothpick were obtained by using questionnaire, while dental abrasion data were taken by doing dental screening.
Result: The result of this research shows that there is a significant correlation between risk factor of age to dental abrasion with r=0.855 (p< 0.05).  This research also shows that there is a correlation between toothbrushing behavior and dental abrasion case with r=0.863 (p <0.05). There is a significant correlation between toothpick use and dental abrasion occurrence with r=0.555 (p< 0.05). 
Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between risk factor of age, tooth brushing behavior, and the utilization of toothpick to the number of dental abrasion case in Banjar Dinas Tangkupanyar, Tangkup Village Sidemen, Karangasem.

Latar Belakang: Setiap tahunnya permasalahan kesehatan gigi dan mulut di pedesaan mengalami peningkatan. Pengetahuan masyarakat di pedesaan terkait abrasi pada gigi masih sangat minim. Abrasi gigi adalah kerusakan pada lapisan permukaan gigi diakibatkan oleh kontak gigi dengan benda dari luar yang menggores permukaan gigi hingga membentuk cekungan pada permukaan gigi. Gambaran klinis abrasi berupa cekungan tajam berbentuk V pada bagian CEJ dari aspek fasial gigi. Abrasi dapat diakibatkan oleh penerapan perilaku menyikat gigi yang kurang tepat dan penggunaan tusuk gigi, disamping itu faktor usia juga turut mempengaruhi kejadian abrasi gigi di masyarakat.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko usia, perilaku menyikat gigi, dan penggunaan tusuk gigi terhadap angka kejadian abrasi gigi di Banjar Dinas Tangkupanyar, Desa Tangkup, Sidemen Karangasem.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 114 orang dengan metode pengambilan sampel simple random sampling. Penelitian in menggunakan uji korelasi Spearman rank test. Pengambilan data usia, perilaku menyikat gigi, penggunaan tusuk gigi dilakukan dengan metode wawancara kuesioner, sedangkan data abrasi gigi diambil dengan melakukan screening gigi.
Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko umur terhadap kejadian abrasi gigi dengan r=0,855 (p<0,05). Penelitian ini juga menunjukkan terdapat hubungan signifikan perilaku menyikat gigi terhadap abrasi gigi dengan r=0,863 (p<0,05), dan terdapat hubungan signifikan antara penggunaan tusuk gigi terhadap kejadian abrasi gigi dengan r=0,555 (p<0,05).
Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko usia, perilaku menyikat gigi, dan penggunaan tusuk gigi terhadap angka kejadian abrasi gigi di banjar Dinas Tangkupanyar, Desa Tangkup Sidemen, Karangasem.

Author Biographies

Made Sukma Saraswathi, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Putu Ratna Kusumadewi Giri, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Luh Wayan Ayu Rahaswanti, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published
2020-03-07
Section
Original Article