Ekstrak daun kedondong hutan (Spondias pinnata) menghambat pertumbuhan Candida albicans dari penderita oral thrush secara in vitro

  • Desak Made Hari Wijayanti Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Made Agus Hendrayana Departemen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: ekstrak daun kedondong hutan (Spondias pinnata), uji antijamur, Candida albicans

Abstract

Background: Candida albicans is a microorganism that can cause soft tissue infections in the oral cavity, one of them is oral thrush or candidiasis. To overcome the case, various types of antifungal drugs have been used, but in its development not all therapy gives a positive effect for the body. The use of natural ingredients as an alternative treatment of antifungal is by using the leaves of forest kedondong (Spondias pinnata). Forest kedondong leaves have secondary metabolite compounds namely flavonoids, polyphenols, saponins, and steroids that are suspected to inhibit the growth of C. Albicans. The general objective of this study was to investigate the results of inhibitory test of forest kedondong leaves extract on C. albicans through in vitro.
Method: The research type was experimental with Post Test Only Control Group Design using Disk diffusion method (Kirby-bauer) with 25 samples. Each treatment group were given forest kedondong leaves extract with concentration 20%, 60%, and 100%. Then the control group was given ketoconazole as a positive control, and 80% ethanol as a negative control.
Result: The result of this research was that inhibitory zone formed at 20% concentration is 18.4 mm, 60% concentration is 25.6 mm and 100% is 28.8 mm.
Conclusion: the conclusion of this research shows that the forest kedondong leaves extract can inhibit the growth of C. albicans through in vitro, with the analysis test (comparative test), there is significant difference (p <0.05) between the forest kedondong leaves extract at concentration 20%, 60%, and 100% in inhibiting the growth of C. albicans fungi through in vitro.


Latar Belakang: Candida albicans merupakan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi jaringan lunak pada rongga mulut, salah satunya yaitu oral thrush atau kandidiasis. Untuk mengatasi hal tersebut telah digunakan berbagai jenis obat antijamur, namun dalam perkembangannya tidak semua terapi memberi efek positif bagi tubuh. Penggunaan bahan alam sebagai alternatif pengobatan antijamur yaitu dengan menggunakan daun tanaman kedondong hutan (Spondias pinnata). Daun tanaman kedondong hutan memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, polifenol, saponin, dan steroid yang diduga dapat menghambat pertumbuhan C. albicans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil uji daya hambat ekstrak daun kedondong hutan terhadap C. albicans secara in vitro.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu eksperimental dengan Post Test Only Control Group Design menggunakan metode Disk difusi (Kirby-bauer) dengan jumlah sampel sebanyak 25. Kelompok perlakuan masing – masing diberikan ekstrak daun kedondong hutan dengan konsentrasi 20%, 60%, dan 100%. Kemudian kelompok kontrol diberikan ketokonazol sebagai kontrol positif, dan etanol 80% sebagai kontrol negatif.
Hasil penelitian: dari hasil penelitian terbentuk zona hambat pada konsentrasi 20% sebesar 18.4 mm, konsentrasi 60% sebesar 25.6 mm dan 100% sebesar 28.8 mm.
Simpulan: penelitian ini menunjukan ekstrak daun kedondong hutan dapat menghambat pertumbuhan C. albicans secara in vitro, dengan hasil uji analisis (uji perbedaan) dinyatakan terdapat perbedaan bermakna (p < 0.05) antara ekstrak daun kedondong hutan pada konsentrasi 20%, 60%, dan 100% dalam menghambat pertumbuhan jamur C. albicans secara in vitro.

Author Biographies

Desak Made Hari Wijayanti, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Made Agus Hendrayana, Departemen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Departemen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2020-01-30
Section
Original Article