Tingkat kepuasan pasien jaminan kesehatan nasional terhadap mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung Mangusada

  • Putu Ayu Risnia Jayanti Putri Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Steffano Aditya Handoko Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Ni Made Sri Nopiyani Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Ni Wayan Arya Utami Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: Kepuasan pasien, jaminan kesehatan nasional, SERVQUAL

Abstract

Latar Belakang: Peserta JKN mendapatkan manfaat di Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan JKN, salah satunya adalah RSUD Kabupaten Badung Mangusada. Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung, tercatat memiliki jumlah pasien JKN yang terus meningkat. Ditambah dengan adanya program KBS yang terintegrasi dengan JKN pada tanggal 1 Januari 2017. Akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan serta peningkatan tuntutan untuk perbaikan kualitas layanan yang mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien JKN di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung Mangusada.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepiasan pasien JKN di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung Mangusada.

Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 110 pasien dengan menggunakan consecutive sampling. Data diperoleh dengan pengisian kuisioner yang dikembangkan dari kerangka model SERVQUAL oleh Parasuraman. Hasil penelitian ini dianalisis secara univariat.

Hasil: Penelitian menunjukan pasien JKN merasa sangat puas 64,5% dan puas 35,5%. Pada dimensi wujud nyata, 51,8% merasa puas dan 48,2% merasa sangat puas. Dimensi kehandalan, 50,9% merasa puas dan 49,1% merasa sangat puas. Dimensi jaminan, 38,2% merasa puas dan 61,8% merasa sangat puas. Dimensi ketanggapan, 49,1% merasa puas dan 50,9% merasa sangat puas. Dimensi empati adalah 40,9% merasa puas dan 59,1% merasa sangat puas.

Simpulan: Secara keseluruhan, pasien JKN sudah merasa sangat puas. Pihak rumah sakit sebaiknya melakukan program penjaminan mutu yang berkesinambungan, khususnya pada aspek yang belum memuaskan pasien seperti dimensi kehandalan yaitu waktu tunggu pasien di Poliklinik.

Author Biographies

Putu Ayu Risnia Jayanti Putri, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Steffano Aditya Handoko, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Made Sri Nopiyani, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Wayan Arya Utami, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi, Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2019-12-30
Section
Original Article