Perbedaan pola kelarutan kalsium enamel pada perendaman gigi antara minuman ringan berkarbonasi dan minuman isotonik

  • Angelina Nirmasary Jerabun Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
  • I Gusti Agung Sri Pradnyani Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Sari Kusumadewi Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: minuman berkarbonasi, minuman isotonik, kelarutan kalsium enamel

Abstract

Introduction: Calcium is one of the major inorganic components in the hydroxyapatite cystal [Ca10(PO4)6(OH)2] of dental enamel. Calcium enamel can dissolve at low pH and this is an early sign of dental erosion. One of the factors causing the solubility of calcium enamel is consumption of soft drink with low pH such as carbonated and isotonic drinks. The purpose of this study was to determine differences patterns of calcium enamel solubility on soaking the teeth between carbonated drinks and isotonic drinks.

Method: This study was a laboratory experiment (invitro) with time series design. This study used permanent premolars human teeth soaked into carbonated drinks and isotonic drinks for 5, 15, 30, 45, and 60 minutes, then measured calcium enamel content dissolved using a spectrophotometer. Data were analyzed by saphiro wilk test of normality and followed by Independent T Test.

Result: The result showed that p value on carbonated beverage was 0.020 and in isotonic drink was 0.026. The p value of both drinks was below 0.05 (p<0.05) indicating that there was significant difference of enamel calcium solubility in carbonated drinks and isotonic drinks at each time.

Conclusion: The conclusions of this study was patterns of calcium enamel solubility on soaking the teeth between carbonated drinks and isotonic drinks were different. The solubility of calcium in carbonated drinks has decreased in the next minutes, while calcium enamel solubility in isotonic drinks has increased in the next minutes.

 

Latar Belakang: Kalsium merupakan salah satu komponen anorganik utama kristal hidroksiapatit [Ca10(PO4)6(OH)2]   pada enamel gigi. Kalsium enamel dapat larut pada pH yang rendah dan merupakan tanda awal terjadinya erosi gigi. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan larutnya kalsium enamel adalah konsumsi minuman ringan dengan pH yang rendah seperti minuman berkarbonasi dan minuman isotonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pola kelarutan kalsium enamel pada perendaman gigi antara minuman ringan berkarbonasi dan minuman isotonik.

 

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium (invitro) dengan studi time series. Penelitian ini menggunakan  gigi premolar permanen manusia yang direndam kedalam minuman berkarbonasi dan minuman isotonik selama 5, 15, 30, 45, dan 60 menit, kemudian dilakukan pengukuran kadar kalsium enamel yang terlarut dengan menggunakan spektrofotometer. Data dianalisis menggunakan saphiro wilk test of normality dan dilanjutkan  dengan Independent T Test.

Hasil: Hasil analisis menunjukan nilai p pada minuman berkarbonasi adalah 0,020 dan pada minuman isotonik adalah 0,026. Nilai p pada kedua minuman berada dibawah 0,05 (p<0,05) yang menunjukan bahwa terjadi perbedaan kelarutan kalsium enamel yang signifikan pada minuman berkarbonasi dan minuman isotonik disetiap waktunya.

Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa pola kelarutan kalsium enamel pada perendaman gigi dalam minuman berkarbonasi dan minuman isotonik memiliki perbedaan. Kelarutan kalsium pada minuman berkarbonasi mengalami penurunan pada perendaman menit-menit selanjutnya, sedangkan kelarutan kalsium enamel pada minuman isotonik mengalami peningkatan pada perendaman menit-menit selanjutnya.

Author Biographies

Angelina Nirmasary Jerabun, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

I Gusti Agung Sri Pradnyani, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Sari Kusumadewi, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2020-10-15
Section
Original Article