Perubahan Ph saliva setelah mengkonsumsi susu probiotik pada mahasiswa pengguna ortodontik cekat di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali-Indonesia

  • I Dewa Gede Rakita Aditya Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Ni Kd Fiora Rena Pertiwi Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I Gst Agung Dyah Ambarawati Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Keywords: derajat keasaman (pH), saliva, probiotik, ortodontik cekat

Abstract

Background: The degree of salivary acidity was a major cause of caries, there were several factors that caused pH to be acidic such as salivary buffer capacity, circadian and circannual rhythms, and diet. Diet was the most influential factor on the occurrence of salivary pH decrease. The complex design of fixed orthodontic could also alter salivary pH, it could inhibit the process of cleaning the teeth and mouth. Probiotic milk / yogurt was a fermented product of milk containing lactic acid bacteria species, which in the oral cavity, probiotics were able to suppress the number of pathogenic bacteria that causing the decreased salivary pH. The aim of the study is to know the effect of probiotic in milk on salivary pH of student with fixed orthodontics appliance.

Methods: This research used True Experimental Pre-Posttest Control Group Design. Sample of 32 student with fixed orthodontics appliance in Medical Faculty of Udayana University was selected with random sampling method.

Result: The result of post-hoc test on probiotic milk group showed that there was an increased salivary pH at minute 22 equal to 0.46875 with p = 0.002 (p<0.05).

Conclusions: The probiotic milk/yogurt could increase the salivary pH of student with fixed orthodontics appliance in Medical Faculty of Udayana University after consuming probiotic milk.

 

Latar Belakang: Derajat keasaman saliva merupakan penyebab utama terjadinya karies, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pH menjadi asam seperti kapasitas buffer saliva, irama sirkadian dan sirkanual, dan diet. Diet atau pola makan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya penurunan pH saliva. Desain rumit ortodontik cekat yang dapat menghambat proses membersihkan gigi dan mulut juga dapat merubah pH saliva. Susu probiotik/yogurt merupakan produk fermentasi dari susu yang mengandung spesies Bakteri Asam Laktat (BAL), yang dalam rongga mulut probiotik mampu menekan jumlah bakteri patogen penyebab menurunnya pH saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh probiotik pada susu terhadap pH saliva pada mahasiswa pengguna ortodontik cekat.

Metode: Jenis penelitian ini adalah True Experimental dengan rancangan penelitian yaitu Pretest and Posttest Control Group Design, sampel dipilih dengan metode random sampling sebesar 32 orang mahasiswa pengguna ortodontik cekat di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Hasil: Berdasarkan uji post-hoc, didapatkan hasil pada kelompok susu probiotik terdapat peningkatan pH saliva dari pH saliva awal pada menit ke 22 sebesar 0.46875 dengan p = 0.002 (p<0.05).

Simpulan: Susu probiotik dapat meningkatkan pH saliva pada mahasiswa pengguna ortodontik cekat di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setelah mengkonsumsi susu probiotik.

Author Biographies

I Dewa Gede Rakita Aditya, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Ni Kd Fiora Rena Pertiwi, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

I Gst Agung Dyah Ambarawati, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published
2020-11-02
Section
Original Article