Hubungan Pengetahuan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Indeks Karies pada Anak Usia 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta

  • Gusti Ngurah Ade Sorolawe Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Luh Wayan Ayu Rahaswanti Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • Desak Putu Yuli Kurniati Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
Keywords: pengetahuan kebersihan gigi, karies, def-t, DMF-T

Abstract

Background: Oral hygiene knowledge is a factor that can affect the occurrence of dental caries. The prevention of dental caries occurrence can be done with Dental Health Education (DHE) to the community especially early childhood because, in this phase, the teeth growth enter the mixed dentition phase, the children are more independent and able to receive information. DHE can be given through public health services from a program called UKGS (School Dental Health Unit) that are aimed at elementary school children.

Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between the levels of oral hygiene knowledge with caries index in children aged 10-12 years at SDN 5 Sumerta.

Methods: This research used an analytical research design with a cross-sectional approach. The sampling technique is using simple random sampling with 50 children as total samples. Data was obtained by questionnaire and dental screening, then analyzed with Rank Spearman Test.

Results: The results of this study showed that children with high knowledge levels had a def-t index of 1.38 and DMF-T of 0.19. This value was lower compared to children with less knowledge who had the def-t index of 4.83 and the DMF-T index of 2.17. Spearman rank test results showed a value of (p) is -0.596 on def-t and -0.658 on DMF-T and a value of (α) is 0.01 (α < 0.05) which means that the correlation is significant.

Conclusion: The conclusion of this research was oral hygiene knowledge had a strong association with the caries index of deciduous or permanent teeth with a negative correlation value.

 

Latar belakang: Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat terjadinya karies gigi. pencegahan terhadap terjadinya karies gigi dapat dilakukan dengan pemberian Dental Health Education (DHE) kepada masyarakat terutama anak usia dini karena pada fase ini, gigi memasuki fase gigi bercampur serta anak mulai lebih mandiri dan mampu menerima informasi. DHE dapat diberikan melalui salah satu program puskesmas yaitu UKGS (Unit Kesehatan Gigi Sekolah) yang ditujukan pada anak sekolah dasar.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kebersihan gigi dan mulut dengan indeks karies pada anak usia 10-12 tahun di SDN 5 Sumerta.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Tehnik sampling menggunakan metode simple random sampling dengan total sampel 50 orang anak. Data diperoleh dengan pemberian kuesioner dan screening gigi, kemudian dianalisis dengan Uji Rank Spearman.

Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukan anak dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki indeks def-t sebesar 1,38 dan DMF-T sebesar 0,19. Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan anak dengan pengetahuan kurang yang memiliki indeks def-t sebesar 4,83 dan indeks DMF-T sebesar 2,17. Hasil uji rank spearman menunjukan nilai (p) sebesar -0,596 pada def-t dan -0,658 pada DMF-T dan nilai (α) 0,01 yang berarti bahwa korelasi signifikan karena nilai (α) < 0,05. 

Simpulan: Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan kebersihan gigi dan mulut memiliki hubungan yang kuat terhadap indeks karies gigi sulung atau permanen dengan nilai korelasi negatif.

Author Biographies

Gusti Ngurah Ade Sorolawe, Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia

Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia

Luh Wayan Ayu Rahaswanti, Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia

Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia

Desak Putu Yuli Kurniati, Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jl.PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia

Published
2021-11-03
Section
Original Article