Sebuah diskusi internal sedang berlangsung di Barcelona mengenai salah satu keputusan terpenting yang dihadapi klub dalam beberapa bulan mendatang, yaitu tanggal pemilihan presiden berikutnya.
Menurut laporan dari SPORT, meski prosesnya terus berjalan, masih belum ada kesepakatan akhir di jajaran direksi.
Menurut outlet tersebut, pusat perdebatan adalah timeline pilihan Joan Laporta.
Presiden saat ini diketahui lebih memilih diadakannya pemilu pada bulan Maret, namun pandangan tersebut tidak disetujui secara bulat oleh seluruh tim pemerintahannya.
Sebaliknya, berbagai kemungkinan tanggal tetap ada, mulai dari pertengahan Maret hingga akhir pertengahan Juni.
Apa ceritanya?
Masalah ini masih belum terselesaikan dan harus dievaluasi secara formal oleh dewan direksi.
Pembahasan ini diperkirakan akan berlangsung pada rapat dewan berikutnya yang dijadwalkan pada akhir Januari, meski pihak klub belum memastikan tanggal pasti pertemuan tersebut.
Di dalam dewan Laporta, terdapat perbedaan pendapat. Beberapa direktur percaya bahwa memajukan pemilu ke bulan Maret akan memberikan kejelasan dan stabilitas lebih awal.
Ada pula yang berpendapat bahwa menunggu sampai bulan Juni akan memungkinkan musim berjalan sepenuhnya, memastikan bahwa hasil olahraga dan keuangan diketahui sebelum para anggota berangkat ke tempat pemungutan suara.
Salah satu tanggal yang sempat mengemuka dalam perbincangan internal adalah akhir pekan tanggal 11 atau 12 April, yang bertepatan dengan derby putaran kedua melawan Espanyol.
Namun, opsi tersebut kini tampaknya telah dikesampingkan, sebagian besar karena kekhawatiran logistik seputar pertandingan besar tersebut.
Jadi bagaimana sekarang?
Meskipun ada ketidakpastian, undang-undang Barcelona memberikan beberapa panduan. Klub diharuskan mengumumkan pemilihan dengan pemberitahuan yang cukup untuk memastikan pemilihan tersebut diadakan sebelum masa jabatan saat ini berakhir.
Meskipun tidak ada jangka waktu spesifik yang tertulis dalam peraturan, praktik tradisionalnya adalah memberikan pemberitahuan setidaknya 33 hari sebelumnya.
Jadi jika tanggal 15 Maret dipilih sebagai tanggal pemilu, pengumuman resminya harus dilakukan paling lambat tanggal 10 Februari.
Itulah sebabnya rapat dewan yang akan datang dipandang sebagai hal yang menentukan. Penundaan lebih lanjut dapat mendorong proses ini melewati bulan Maret secara default.












