Claudette Colvin, yang menjadi tokoh hak-hak sipil Afrika-Amerika pada tahun 1955 karena pada usia 15 tahun menolak menyerahkan kursinya di bus di Alabama yang segregasi kepada seorang wanita kulit putih, sembilan bulan sebelum Rosa Parks, meninggal pada usia 86 tahun, yayasannya mengumumkan pada hari Selasa.
“Bagi kami, dia lebih dari sekadar tokoh sejarah. Dia adalah jantung keluarga kami, bijaksana, tangguh, dan berbasis agama,” tulis Yayasan Claudette Colvin dalam sebuah pernyataan.
Informasi lebih lanjut akan datang…









