Home Sports Kombinasi pertahanan Barcelona – Sebuah kelemahan bagi Hansi Flick musim ini

Kombinasi pertahanan Barcelona – Sebuah kelemahan bagi Hansi Flick musim ini

5
0


Musim Barcelona telah mencapai masa sulit yang kritis menyusul dua kekalahan berturut-turut yang melemahkan semangat hanya dalam kurun waktu lima hari.

Pasukan Hansi Flick menderita kekalahan telak 4-0 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey, diikuti dengan kekalahan menyakitkan 2-1 melawan Girona asuhan Michel di La Liga.

Selain kesalahan serius wasit yang merusak pertandingan di Girona, kemunduran ini juga secara jelas memperlihatkan kurangnya sistem pertahanan tim yang dapat diandalkan, khususnya mengenai lini depan mereka yang rentan.

Perjuangan Flick dalam menemukan kombinasi yang tepat

Seperti dilansir oleh Mundo DeportivoPelatih Hansi Flick telah mati-matian mencoba setiap pendekatan yang mungkin untuk menstabilkan lini belakang, sering melakukan perubahan taktis dan teknis tanpa menemukan solusi yang pasti.

Dalam 38 pertandingan resmi musim ini, Flick telah mengerahkan 16 formasi pertahanan berbeda yang menakjubkan. Menariknya, ia sudah menggunakan formasi yang sama sebanyak 11 kali tanpa pernah mengulanginya secara berurutan.

Di tengah rotasi yang padat tersebut, kombinasi Jules Kounde, Pau Cubarsi dan Eric Garcia, serta Alejandro Balde muncul sebagai lini belakang yang paling sering digunakan.

Flick kesulitan menemukan kombinasi yang tepat musim ini. (Foto oleh Juan Manuel Serrano Arce/Getty Images)

Kuartet khusus ini telah menjadi starter bersama sebanyak 12 kali di semua kompetisi, termasuk delapan penampilan di liga.

Namun, terlepas dari banyaknya penggunaan, pasangan bek tengah awal yang disukai dalam skuad saat ini tetap Cubarsi bersama Gerard Martin.

Ketidakstabilan pertahanan yang sangat besar ini telah memaksa Flick melakukan beberapa pengorbanan posisi, menggunakan empat bek kanan berbeda sepanjang musim.

Kounde dan Garcia menjadi pilihan paling sering di sayap kanan, sementara Marc Casado dan Joao Cancelo juga kadang-kadang dipanggil.

Akibatnya, bek tengah alami seperti Garcia telah sepenuhnya diubah menjadi gelandang dan bek sayap, sementara Cancelo bahkan terpaksa ditempatkan di bek kiri untuk menutupi kesenjangan struktural.



Source link