Pada hari kesebelas perang ilegal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang dampaknya meluas di Timur Tengah, ada dua pertanyaan yang muncul. Dari sudut pandang konsumen: berapa tangki bensin saya akan naik? Untuk pasar keuangan: sampai kapan Iran akan memblokir Selat Hormuz?
Rudal yang ditembakkan dari kedua belah pihak di kawasan ini berdampak pada pangkalan militer, warga sipil, infrastruktur energi, dan, lebih jauh lagi, perekonomian global. Permasalahan utamanya adalah lonjakan harga minyak dan gas. Pada hari Senin, ketika pasar dibuka kembali, satu barel West Texas Intermediate (WTI, patokan untuk pasar AS) melonjak lebih dari 31%, menjadi $118,21, kenaikan harian terbesar yang pernah tercatat. Brent Laut Utara (patokan pasar dunia) naik 28,5% menjadi $118,22.
Bagi pemicu utama krisis ini, jangan panik. Donald Trump mengecam jaringan Truth Social-nya: “Harga minyak dalam jangka pendek, yang akan turun dengan cepat begitu…












