Home Sports Israel menarik diri dari turnamen tenis karena pemain ‘sangat muda’ takut |...

Israel menarik diri dari turnamen tenis karena pemain ‘sangat muda’ takut | Tenis | Olahraga

6
0


Israel telah menarik diri dari pertandingan Piala Billie Jean King mendatang di Bosnia dan Herzegovina, dengan alasan masalah keamanan. Berita tersebut dikonfirmasi oleh Asosiasi Tenis Israel (ITA) pada hari Kamis, dan permintaan penarikan mereka dikabulkan oleh Federasi Tenis Internasional (ITF).

Keputusan tersebut menyusul ‘tinjauan komprehensif’ terhadap situasi keamanan dalam negeri dan risiko spesifik terkait perjalanan, menurut The Times of Israel. Federasi tenis negara itu mengatakan mereka telah mengidentifikasi ‘kekhawatiran nyata mengenai keselamatan para pemain’. Lokasi pertandingan telah dipertimbangkan, dan ITA menambahkan bahwa Bosnia ‘tidak dianggap menguntungkan Israel’.

Kehadiran timnas lain dari negara mayoritas Muslim, termasuk Mesir dan Maroko, juga menjadi acuan federasi.

Israel telah mempertimbangkan untuk menjadi sukarelawan sebagai tuan rumah pertandingan tersebut, namun pilihan tersebut dikesampingkan karena situasi keamanan yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Ronen Morley, kapten Israel, menjelaskan bahwa keputusan untuk menarik diri dari pertandingan tersebut sejalan dengan pedoman dari otoritas keamanan.

Dia berkata: “Jika perjalanan dijadwalkan hari ini, otoritas keamanan Israel tidak akan membiarkan kami pergi. Tanggung jawab pertama dan utama kami adalah menjaga keamanan para pemain.”

Morley juga mengatakan bahwa kekhawatiran diungkapkan oleh para pemain di skuad Israel, mengingat banyak dari mereka berada pada tahap awal karir mereka.

Dia menegaskan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang tepat “dalam situasi saat ini” dan keputusan tersebut diambil berdasarkan “kekhawatiran yang diungkapkan oleh para pemain, yang sebagian besar masih sangat muda, dan kepastian bahwa hal ini tidak akan merugikan mereka secara profesional”.

Langkah ini menyusul peringatan perjalanan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Nasional Israel, yang mengutip kekhawatiran bahwa kelompok teroris mungkin berupaya menargetkan warga Israel di luar negeri.

Hal ini terjadi setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi pengeboman terhadap program nuklir dan rudal Iran pada akhir Februari.

Sejumlah pertandingan tenis terkena dampak ketika Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan Amerika di negara-negara tetangga di Timur Tengah.

Fujairah Challenger perdana, yang diadakan di Uni Emirat Arab, dihentikan lebih awal setelah hanya dua hari pertandingan karena hampir terjadi pemogokan.



Source link