
Ketegangan meningkat di La Liga menyusul keputusan wasit yang kontroversial selama pertandingan antara Atletico Madrid dan Barcelona, dan dampaknya kini akan mencapai saluran resmi.
Yang menjadi pusat badai adalah bek Barcelona Gerard Martin, yang awalnya dikeluarkan dari lapangan karena melanggar Thiago Almada.
Wasit Mateo Busquets Ferrer menilai tekel tersebut merupakan pelanggaran serius dan tak segan-segan mengeluarkan kartu merah.
Namun, situasi berubah drastis beberapa saat kemudian.
Percakapan dengan pejabat VAR
Setelah intervensi dari wasit VAR Mario Melero Lopez, keputusan di lapangan ditinjau ulang.
Wasit disarankan untuk melihat kembali kejadian tersebut, membuka pintu untuk kemungkinan pembalikan.
Selama percakapan, pejabat VAR berkata,
“Menurut pendapat saya, itu adalah tindakan di mana pemain Barcelona memainkan bola secara normal, bagian normal dari permainan, dan kemudian kontak dengan pemain Atlético terjadi secara alami.”
🗣 TINJAUAN AUDIO VAR
🗓 Hari ke 30 | Divisi Primera
⚽ @Atleti 🆚 @FCBarcelona_es | 48′#ArbitrajeRFEF | @CTARFEF pic.twitter.com/vFRMvKLyaH
— RFEF (@rfef) 4 April 2026
Usai meninjau rekaman tersebut, Busquets Ferrer memilih mengubah keputusan awalnya. Mengklarifikasi proses berpikirnya, kata wasit.
“Oke, pemain Barcelona yang menguasai bola memainkannya lalu menginjaknya, dinamika normal. Saya akan membatalkan kartu merah dan menunjukkan kartu kuning padanya, oke?”
Atletico Madrid tidak senang
Meski keputusan sudah ada di lapangan, namun belum diterima oleh Atletico Madrid, yang menurut AS, kini bersiap untuk secara resmi meminta penjelasan dari Komite Teknis Wasit (CTA).
Argumen klub didasarkan pada konsistensi, karena ada keyakinan bahwa insiden serupa di masa lalu akan dinilai lebih keras.
Salah satu acuannya adalah laga Betis vs Rayo Vallecano, di mana pelanggaran yang melibatkan Valentin Gomez kemudian dianggap layak mendapat kartu merah meski sempat bersentuhan dengan bola pada awalnya.
Atletico melihat kesamaan antara situasi itu dan pelanggaran yang dilakukan Gerard Martin, dengan alasan bahwa kedua insiden tersebut seharusnya menghasilkan hukuman yang sama.
Saat ini, komite diperkirakan akan meninjau insiden tersebut dalam pertemuan mendatang, dan indikasi awal menunjukkan bahwa beberapa anggota merasa kartu merah seharusnya tetap berlaku.












