
Kekalahan menyakitkan 0-2 Barcelona dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions terus memicu perdebatan, namun dampaknya kini lebih dari sekedar hasil itu sendiri.
Oleh karena itu, klub secara serius mempertimbangkan untuk melaporkan salah satu situasi yang terjadi selama pertandingan ke UEFA, dengan rasa frustrasi yang semakin meningkat atas apa yang mereka pandang sebagai serangkaian keputusan wasit yang patut dipertanyakan.
Inti dari kontroversi ini adalah momen aneh yang melibatkan bek Atletico Marc Pubill – sebuah insiden yang menjadi salah satu topik pembicaraan yang paling banyak dibicarakan dalam pertandingan tersebut.
Apa ceritanya?
Insiden itu terjadi pada babak kedua ketika kiper Atletico Juan Musso melakukan tendangan gawang pendek di dalam kotak penalti.
Pubill, tampaknya tidak menyadari bahwa permainan telah dimulai kembali, mengambil bola dengan tangannya sebelum dengan santai mengembalikannya ke penjaga gawangnya.
Apa yang terjadi selanjutnya membuat para pemain dan staf Barcelona tidak percaya. Meskipun ada protes yang jelas dari Blaugranawasit mengizinkan Musso mengambil kembali tendangan gawang tersebut, tanpa ada penalti yang diberikan dan tidak ada tindakan disipliner yang diambil terhadap Pubill.
Apa maksudnya memakai ini, bukan? Musso apoya la pelota y la pone en juego con el pie, tapi Marc Pubill (amonestado) la agarra con la mano y saca de nuevo. Wasit dan VAR tidak memahami adanya masalah.
Di perpustakaan saya, penalazo no cobrado a Barcelona. pic.twitter.com/LALqzB98P3
— Santi Feldman (@SantiFeldman) 8 April 2026
Dari sudut pandang Barcelona, keputusan tersebut tidak hanya dipertanyakan; itu jelas merupakan kesalahan yang berdampak langsung pada permainan.
Wasit yang tidak konsisten
Rasa frustrasi ini diperkuat oleh fakta bahwa di awal babak pertama, Pau Cubarsi dikeluarkan dari lapangan, membuat Barcelona memainkan sebagian besar pertandingan dengan sepuluh pemain.
Secara internal, Barcelona menilai insiden handball tersebut seharusnya berujung pada penalti dan berpotensi menimbulkan kartu kuning kedua bagi Pubill.
Akibatnya, menurut RAC1, klub kini mempertimbangkan kemungkinan untuk mengajukan keluhan resmi ke UEFA, mencari kejelasan dan akuntabilitas atas keputusan yang diambil.
Meskipun langkah seperti itu tidak akan mengubah hasil pertandingan, hal itu jelas menunjukkan rasa frustrasi yang semakin besar di dalam klub.
Barcelona merasa momen-momen penting, terutama di kompetisi sebesar Liga Champions, harus ditangani dengan lebih presisi.












