Home Sports Keajaiban tenis, 15, tiba-tiba mati di lapangan | Tenis | Olahraga

Keajaiban tenis, 15, tiba-tiba mati di lapangan | Tenis | Olahraga

10
0


Seorang pemain tenis berusia 15 tahun meninggal secara tragis setelah menderita serangan jantung selama sesi latihan rutin, meninggalkan masyarakat setempat dalam keadaan sangat berduka dan memicu penyelidikan medis penuh atas keadaan seputar kematiannya.

Luigi Santarelli, dari kota pesisir Francavilla al Mare, Italia, pingsan di lapangan kompleks Cittadella dello Sport di San Giovanni Teatino. Dia tiba untuk sesi sore seperti biasa, dan para saksi mengingat dia sedang tertawa dan mengobrol dengan pelatih tenisnya dan sesama pemain beberapa saat sebelum dia tiba-tiba terjatuh ke tanah.

Staf di kompleks olahraga segera merespons dengan menggunakan defibrilator eksternal otomatis dan melakukan upaya resusitasi intensif saat layanan darurat dipanggil.

Sebuah kendaraan medis dan ambulans segera tiba di lokasi kejadian, dan paramedis melanjutkan upaya mereka saat Santarelli dilarikan ke Rumah Sakit Pescara.

Meskipun staf medis telah berupaya lama untuk menghidupkannya kembali, remaja tersebut tidak pernah sadar dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Pemeriksaan post-mortem dilakukan oleh petugas koroner Pietro Falco, namun prosedur tersebut gagal menentukan penyebab kematian yang pasti.

Pengujian lebih lanjut, termasuk analisis genetik, sekarang diperlukan untuk menentukan apa yang memicu serangan jantung fatal pada atlet muda yang sehat dan bugar. Otoritas olahraga mengonfirmasi bahwa sertifikat medis Santarelli sepenuhnya mutakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan apa pun.

Mereka yang mengenalnya sulit mengungkapkan kesedihannya. Pelatih tenis Alessia Camplone menggambarkan seorang pemain dengan bakat luar biasa yang dipuja oleh semua orang di lingkarannya.

“Kami semua memanggilnya The Painter karena dia brilian di lapangan, dia bisa melakukan segalanya,” kata mereka.

Reaksi masyarakat setempat merupakan salah satu keluhan yang dirasakan bersama. Walikota San Giovanni Teatino Giorgio Di Clemente mengunjungi Rumah Sakit Pescara untuk memberikan dukungan kepada keluarga tersebut dan telah menghubungi mereka mengenai pengaturan upacara peringatan.

Fasilitas olahraga tempat Santarelli runtuh ditutup sementara sebagai bentuk penghormatan. Pemakamannya diumumkan akan berlangsung di Katedral San Ceo di Pescara.

Santarelli digambarkan oleh mereka yang mengenalnya sebagai olahragawan muda yang sangat sehat dan berkomitmen yang berlatih hampir setiap hari dan sebelumnya tidak menunjukkan indikasi adanya masalah kesehatan. Penyelidikan mengenai penyebab kematiannya terus berlanjut.



Source link