Home Politic Konsumsi. Makanan penutup berbahan dasar susu, makanan ringan… produk ultra-olahan hadir di...

Konsumsi. Makanan penutup berbahan dasar susu, makanan ringan… produk ultra-olahan hadir di piring bayi

46
0


Kita secara spontan cenderung menaruh kepercayaan penuh pada mereka. Namun, tidak semua makanan bayi sempurna, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah penelitian. 60 Juta konsumen diresmikan Kamis ini. Dari 165 makanan bayi yang disaring, 58% dianggap ultra-olahan. Dan seringkali, pesan-pesan yang meyakinkan pada kemasannya (“sumber kalsium”, “bebas bahan pengawet”, “kaya sayuran”) menenggelamkan ikan.

Di bagian atas kemasan terdapat makanan penutup berbahan dasar susu, biskuit manis, dan makanan ringan (keripik, biskuit souffle, stik, dll.). “Dalam produk-produk ini kami menemukan pati olahan, pengental, jus pekat, perasa, lesitin kedelai, natrium karbonat, kalium tartrat…” daftar Sophie Coisne, wakil pemimpin redaksi majalah tersebut. Dan jika mengonsumsi makanan ultra-olahan dari waktu ke waktu tidak menjadi masalah, konsumsi rutin makanan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang. “Hal ini membuat anak-anak terbiasa menyukai produk dengan rasa dan tekstur buatan. Dan kami melihat di kalangan orang dewasa bahwa konsumen berat produk ultra-olahan memiliki risiko lebih besar mengalami kelebihan berat badan, obesitas, penyakit kardio-metabolik, dan gigi berlubang,” kata Sophie Coisne.

Ngemil: refleks yang muncul sejak usia sangat muda

Produk makanan ringan banyak dikritik karena membuat anak terbiasa ngemil. Hati-hati juga dengan keju leleh yang sangat mudah diberikan kepada anak-anak. “Karena mengandung polifosfat yang berpotensi berbahaya bagi anak di bawah tiga tahun,” tegas Sophie Coisne. Botol kolak atau yogurt juga menjadi sasaran kritik, karena dapat memperlambat belajar mengunyah. “Tekstur yang lembut atau cair tidak membantu Anda belajar mengunyah sesuatu yang agak keras. Kami membiasakan anak makan dengan sangat cepat tanpa memperhatikan rasa laparnya,” kata Sophie Coisne.

Faktanya, tidak semua orang tua punya waktu untuk menyiapkan makanan buatan sendiri untuk bayinya. Bagi mereka yang beralih ke makanan siap saji, beberapa tips dapat membantu mereka berbelanja dengan lebih bijak. “Kamu harus lihat daftar bahannya. Semakin panjang, kamu harus semakin waspada. Sama halnya jika produk tersebut mengandung bahan-bahan yang tidak akan kamu temukan di dapur, seperti lesitin kedelai atau maltodekstrin,” saran Sophie Coisne. Lebih baik juga menyukai hidangan dengan resep yang sangat sederhana. Harga juga bisa menjadi indikator. “Produk yang sangat murah kemungkinan besar merupakan produk ultra-olahan: menambahkan rasa stroberi buatan lebih murah dibandingkan memasukkan stroberi asli ke dalam yogurt,” tegas Sophie Coisne. Oleh karena itu, dalam hal nutrisi bayi, kesederhanaan tetap menjadi jaminan kualitas.



Source link