Keputusan Barcelona untuk menaruh kepercayaan pada Marcus Rashford musim panas lalu terbukti menjadi salah satu langkah paling inspiratif musim ini.
Setelah berbulan-bulan melakukan analisis dan pencarian internal, klub memilih untuk mendatangkan pemain internasional Inggris tersebut dengan status pinjaman dari Manchester United, sebuah langkah yang awalnya menimbulkan keheranan namun kemudian membuahkan hasil yang jelas.
Kini, pengaruh Rashford tidak dapat disangkal lagi. Di semua kompetisi, sang penyerang sudah mencatatkan tujuh gol dan 11 assist dalam 24 penampilan.
Kini, laporan terbaru dari SPORT memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana kesepakatan itu tercapai dan, yang lebih penting, peran menentukan yang dimainkan oleh pelatih kepala Hansi Flick.
Peran Flick dalam transfer
Menurut laporan tersebut, Flick secara pribadi terlibat sejak tahap awal operasi tersebut.
Kontak langsung pertama antara Flick dan Rashford dikabarkan terjadi pada awal Mei.
Saat itu, target prioritas Barcelona di sayap adalah Nico Williams. Namun, ketika dia memilih untuk memperbarui kontraknya dengan Athletic Club, Barca terpaksa mengaktifkan rencana alternatif mereka.
Flick kemudian menjelaskan secara pribadi proyek olahraga tersebut kepada Rashford, menguraikan peran yang dia impikan untuknya dalam skuad.
Yang terpenting, Rashford sadar sepenuhnya bahwa kepindahan ke Barcelona bukanlah jaminan.
Dia tahu bahwa tiba di klub berarti persaingan yang ketat dan mendapatkan tempat di tim inti bukanlah hal yang mudah.
Tantangan itu, bukannya menghalanginya, malah menjadi bagian dari daya tariknya. Kesempatan untuk mengatur ulang kariernya di lingkungan yang penuh tuntutan menarik baginya.
Man Utd membuat segalanya lebih mudah
Dari pihak Manchester United, negosiasi berjalan relatif lancar karena Rashford tidak lagi menjadi tokoh sentral dalam rencana Ruben Amorim, sehingga mencapai kesepakatan menjadi lebih mudah.
Persyaratan pribadi dengan sang pemain sebagian besar diselesaikan lebih awal, sehingga kedua klub harus bernegosiasi bagaimana gajinya akan dibagi.
Pada akhirnya, Rashford sendirilah yang melakukan pengorbanan yang menentukan, setuju untuk menyerahkan sekitar 15 persen gajinya untuk membuka kesepakatan.
Barcelona juga mendapatkan opsi pembelian yang ditetapkan sekitar €30 juta pada akhir musim.
Setelah semuanya disepakati, Rashford tidak membuang waktu. Ia terbang ke Barcelona, hanya menyelesaikan beberapa sesi latihan, dan langsung bergabung dengan skuad untuk tur pramusim.












