Home Sports Angka-angka yang meresahkan mengungkapkan superstar Barcelona menjadi target utama kebencian online pada...

Angka-angka yang meresahkan mengungkapkan superstar Barcelona menjadi target utama kebencian online pada bulan November

98
0


Sebuah laporan yang meresahkan telah menjelaskan skala pelecehan yang dihadapi oleh Lamine Yamal, menyoroti sisi gelap ketenaran yang kini mengikuti salah satu bintang paling cemerlang di Barcelona.

Dikatakan bahwa penyerang remaja ini menyumbang 6% dari seluruh pesan kebencian yang terkait dengan olahraga di media sosial selama bulan November.

Data tersebut berasal dari Observatorium Rasisme dan Xenofobia Spanyol (Oberaxe) (h/t AS), yang memantau perilaku rasis dan xenofobia secara online.

Selama bulan November saja, organisasi tersebut mendeteksi total 39.054 pesan rasis atau xenofobia di seluruh platform media sosial.

Dari jumlah tersebut, 51% telah dihapus, yang merupakan tingkat penghapusan tertinggi yang pernah tercatat sepanjang bulan ini, bahkan melampaui bulan Juli.

Angka yang mengkhawatirkan bagi olahraga itu sendiri

Meskipun ada kemajuan, angka-angka tersebut tetap mengkhawatirkan, dan nama Yamal masih menjadi salah satu pusat dari angka-angka tersebut.

Sebab, winger Barcelona itu menjadi sosok yang paling diincar dunia olahraga pada periode tersebut.

Lonjakan pelecehan terjadi setelah episode kontroversial yang melibatkan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol.

Lamine Yamal sekali lagi menjadi berita utama. (Foto oleh Alex Caparros/Getty Images)

Pada 11 November, Yamal dikeluarkan dari tim nasional Spanyol setelah menjalani apa yang disebut sebagai “prosedur frekuensi radio invasif untuk mengatasi ketidaknyamanan kemaluan” tanpa sepengetahuan federasi sebelumnya.

Keputusan tersebut segera memicu perdebatan, dan dengan cepat berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih buruk di dunia maya.

Pada hari-hari berikutnya, platform media sosial dibanjiri dengan pesan-pesan rasis yang ditujukan kepada Yamal, termasuk perbandingan yang merendahkan hewan.

Skala dan intensitas pelecehan menjadikannya fokus utama konten kebencian dalam olahraga pada bulan itu, terlepas dari usianya dan kondisi medis yang dialaminya.

Buletin pemantauan bulanan terbaru Oberaxe juga menempatkan angka-angka bulan November ke dalam konteks yang rinci.

Dengan tambahan 39.054 pesan tersebut, total postingan rasis atau xenofobia yang terdeteksi di media sosial kini mencapai 779.198.

Meskipun peningkatan tingkat penghapusan konten dipandang sebagai sebuah langkah maju, namun secara keseluruhan volume tersebut menunjukkan betapa persisten dan meluasnya masalah ini.



Source link