Itu adalah kejadian yang cukup membuat mereka yang takut terbang mengeluarkan keringat dingin. Lepas landas dan mendarat adalah masa-masa sulit bagi banyak orang. Saat lepas landas terjadi akselerasi, kebisingan, guncangan roda di landasan lepas landas, rasa aneh di perut saat pesawat lepas landas, dan pemandangan permukaan tanah yang berangsur-angsur surut. Namun yang terburuk adalah ketika lepas landas terlewatkan. Inilah yang terjadi pada hari Kamis tanggal 5 Februari, sesaat sebelum jam 10 malam di bandara Zaventem (Bandara Brussels). Seperti diberitakan RTBF, penerbangan yang berangkat ke Kopenhagen dibatalkan karena sebuah insiden.
Penerbangan Scandinavian Airlines (SAS) memulai fase lepas landasnya sementara tidak berada di landasan yang dimaksudkan untuk manuver semacam itu. Pesawat masih berada di taxiway, yaitu taxiway yang digunakan untuk perjalanan antara terminal dan landasan lepas landas dan pendaratan. Pesawat masih mencapai kecepatan 220 km/jam sebelum keadaan darurat membatalkan lepas landas. Dia menyelesaikan balapannya di dekat tangki minyak tanah.
135 penumpang dievakuasi
Pemberhentiannya brutal tetapi tidak satupun 135 penumpang terluka. Mereka dievakuasi dari pesawat saat kembali ke terminal. Penerbangan Brussels-Kopenhagen tidak dapat berlangsung, sehingga didukung oleh pihak bandara untuk solusi akomodasi dan penundaan penerbangan. Bantuan psikologis diberikan kepada penumpang dan awak pesawat. Insiden seperti ini jarang terjadi, namun dapat menimbulkan trauma pada penumpang.











