Kebangkitan Barcelona sejak kekalahan menyakitkan di El Clasico pada akhir Oktober lalu menjadi salah satu alur cerita paling menggembirakan di musim mereka.
Dapat dimengerti bahwa sebagian besar perhatian tertuju pada daya serang tim, namun di balik kebangkitan itu terdapat pilar yang lebih tenang dan sama pentingnya, yaitu Joan Garcia.
Dari semua aksi heroik tersebut, performa sang kiper saat melawan Villarreal patut mendapat perhatian khusus, karena hal ini menunjukkan betapa berpengaruhnya ia selama periode terakhir ini.
Khususnya, untuk pertama kalinya sejak Hansi Flick mengambil alih, Barcelona berhasil mencatatkan tiga clean sheet berturut-turut di semua kompetisi.
Kemenangan atas Villarreal, Guadalajara, dan Osasuna semuanya diraih tanpa kebobolan satu gol pun.
Meski Garcia tetap bertahan untuk pertandingan melawan Guadalajara, kehadirannya di dua pertandingan lainnya sangat penting untuk menjaga soliditas pertahanan tersebut.
Rasa yakin
Pentingnya Garcia bahkan lebih mengesankan mengingat situasi kepulangannya.
Pada akhir September lalu, ia mengalami cedera pada lutut kirinya. Namun, sejak pulih, ia kembali lebih tajam dan tegas.
Melawan Villarreal, kontribusinya lebih dari sekadar penyelamatan rutin. Dia melakukan beberapa intervensi penentu pertandingan yang membuat Barcelona tetap memegang kendali ketika tekanan meningkat.
Menurut AS, tingkat kinerja ini mendorong Garcia ke dalam perbincangan baru.
Penampilannya baru-baru ini menempatkannya dalam radar Luis de la Fuente, pelatih tim nasional Spanyol.
Meskipun diperkirakan tidak akan ada pemanggilan dalam waktu dekat, nama sang penjaga gawang kini menjadi bagian dari diskusi.
Masih jauh
De la Fuente dikenal sangat menghargai stabilitas dan enggan mengganggu chemistry kuat yang saat ini dimiliki ketiga kiper Spanyol.
Namun, ia juga sadar bahwa situasi berkembang dengan cepat.
Jika Barcelona terus memainkan pertandingan-pertandingan level tinggi dan Garcia terus menampilkan penampilan standar ini, kasusnya akan semakin sulit untuk diabaikan.
Untuk saat ini, ada rasa tenang di sekitar sang pemain, karena Garcia dan rombongan tidak terburu-buru dan fokus penuh pada masa kini.
Secara internal, ada rasa percaya diri, bukan rasa cemas. Ia yakin momennya bersama tim nasional akan tiba, meski terlambat, bukan lebih cepat.












