Manajer Eintracht Frankfurt Dino Toppmoller memberikan penilaian rinci dan jujur atas kekalahan 1-2 timnya dari Barcelona, mengakui sisi positif dan frustrasi dari pertandingan di mana para pemainnya melaksanakan sebagian besar rencana permainan tetapi akhirnya gagal.
Berbicara setelah kekalahan tersebut, Toppmoller menjelaskan bahwa Frankfurt memberikan apa yang telah mereka persiapkan, namun kehilangan peluang penting yang bisa mengubah arah pertandingan.
Dia menyoroti pentingnya momen transisi dan bagaimana pihaknya perlu memanfaatkan momen tersebut dengan lebih efektif. Menjelaskan analisisnya, Toppmoller berkata,
“Kami kekurangan transisi. Golnya fantastis. Sayang sekali kami tidak mencetak gol kedua sesaat sebelum turun minum.
“Kami tahu Barca akan mempunyai peluang. Di babak kedua, kami mengatakan kami akan mencetak gol lagi. Kami bermain bagus. Sayang sekali kalah melalui bola mati.”
Menghentikan Lamine Yamal
Salah satu area fokus jelang laga adalah duel antara Nathaniel Brown dan pemain sayap eksplosif Barcelona Lamine Yamal.
Toppmoller mengungkapkan tingkat persiapan yang dilakukan untuk membantu Brown menghadapi lawan yang berbakat secara teknis. Dia menyatakan,
“Kami mempersiapkannya, seperti yang kami lakukan secara keseluruhan di tim. Kami memberinya gambaran individu tentang profil Lamine, mengapa dia memiliki kemampuan eksplosif di sayap, dan bagaimana membuatnya lengah.
“Dia bertahan dengan sangat baik. Kami melakukannya bersama-sama. Dia bermain satu lawan satu. Namun pemain lain juga membantunya. Kami tahu sulit untuk mempertahankannya satu lawan satu.”
Tentang peluang yang terlewatkan
Meski kalah, Toppmoller tetap optimis dengan potensi dan peluang timnya di kompetisi tersebut. Berbicara tentang keyakinan dalam skuad, dia mencatat,
“Kami merasa mungkin untuk mengalahkan tim kelas dunia. Kami ingin mencetak gol lagi di babak kedua. Itu sulit.
“Kami ingin berkembang. Keyakinan dan keyakinan pada tim ini. Saya tahu kami akan menjalani musim yang bagus,” dia mencatat.
Sumber: MARCA












