“Saya seorang wanita yang mudah meradang.” Hampir sebulan setelah pernyataan kontroversial Brigitte Macron yang menyebut aktivis feminis sebagai “vagina kotor”, Ibu Negara kembali melakukan perselingkuhan ini di lokasi syuting TF1.
“Sehari sebelumnya ruangan itu sudah ditempati empat atau lima orang bermasker sehingga sempat membuat sedikit heboh. Tidak mudah naik panggung dalam kondisi seperti itu,” ia mencoba mengkontekstualisasikannya terlebih dahulu.
“Saya tidak melihat ada kamera”
Para aktivis feminis inilah yang melakukan hal tersebut mencoba mengganggu penampilan komedian Ary Abittan. Yang terakhir ini pada akhir tahun 2021 dituduh melakukan pemerkosaan oleh seorang wanita muda yang telah dia temui selama beberapa minggu. Setelah tiga tahun penyelidikan, penyelidikan tersebut menghasilkan pembatalan kasus yang dikonfirmasi pada tingkat banding pada bulan Januari.
“Saya tidak melihat ada kamera di belakang saya, kalau tidak, saya tidak akan mengekspresikan diri seperti itu. Saya benar-benar minta maaf karena telah menyakiti perempuan yang mungkin merasa diserang atau terkejut. Istilah-istilah tersebut tentu tidak memadai,” jelas Brigitte Macron. “Saya mendampingi perempuan dalam semua perjuangan mereka,” tambahnya. “Itu keluar, aku juga alami.”
Ibu Negara kemudian mengenang “dua pemecatan” komedian Ary Abittan. “Saya akan selalu menghormati keputusan pengadilan,” tutupnya.












