Kontroversi seputar gol Pau Cubarsi yang dianulir saat Barcelona berhadapan dengan Atletico Madrid kini memasuki babak baru.
Komite Teknis Wasit (CTR) kini telah merilis pernyataan resmi yang menjelaskan apa yang terjadi selama peninjauan VAR panjang yang membuat para pemain, staf, dan penggemar kebingungan.
Insiden tersebut menjadi salah satu topik pembicaraan terbesar dalam pertandingan tersebut, terutama karena adanya penundaan yang tidak biasa sebelum keputusan akhir diumumkan.
Kini, badan wasit mengakui sistem offside semi-otomatis gagal di momen krusial.
Apa isi pernyataan itu?
Dalam pernyataannya, panitia membahas situasi tersebut secara langsung, menjelaskan apa yang salah selama proses peninjauan.
Ini menegaskan bahwa, “Sehubungan dengan permainan yang menyebabkan gol FC Barcelona dianulir,” tim VAR mencoba mengikuti protokol standar dengan menggunakan “Sistem offside semi-otomatis SAOT,” namun teknologinya kesulitan mengatasi situasi di dalam area penalti.
Menurut pejabat, permasalahan tersebut muncul saat analisis tindakan. Mereka menjelaskan,
“Terdeteksi bahwa sistem menghasilkan kesalahan dalam pemodelan pemain melalui kerangka.”
Masalah ini terkait dengan ketidakmampuan perangkat lunak untuk memproses gambar dengan benar “saat mendeteksi situasi kepadatan pemain yang tinggi” di dalam kotak.
Operator VAR dilaporkan berusaha memperbaiki masalah tersebut secara real time. Mereka mencoba melakukannya “kalibrasi ulang pemodelan sistem” untuk mendapatkan pembacaan yang jelas.
Namun, terlepas dari upaya mereka, panitia mengakui hal itu “tidak mungkin” untuk memulihkan sistem semi-otomatis.
Proses manual
Dengan teknologi yang tidak dapat digunakan lagi, tim wasit tidak punya pilihan selain beralih ke metode cadangan.
Mengikuti protokol resmi, petugas VAR beralih ke proses manual untuk mencapai keputusan akhir.
Seperti yang dijelaskan dalam pernyataan itu, “Tim VAR melanjutkan dengan menggambar garis offside manual untuk membuat keputusan akhir dan tepat.”
Langkah darurat inilah yang menyebabkan penundaan yang sangat lama, dan panitia mengakui bahwa “proses peninjauan drama tersebut memakan waktu lebih lama dari biasanya.”
Detail lain yang menimbulkan pertanyaan adalah tidak adanya tayangan ulang offside virtual yang biasa ditayangkan di televisi. Badan wasit juga mengatasi masalah itu.
Pernyataan tersebut mengklarifikasi bahwa tayangan ulang tersebut tidak dapat ditayangkan kepada pemirsa “karena tidak mungkin beroperasi dengan sistem SAOT,” yang berarti tidak mungkin melakukannya “luncurkan tayangan ulang produksi televisi.”
Dengan penjelasan tersebut, panitia pada dasarnya telah menutup kontroversi tersebut dengan mengakui bahwa teknologi masih memiliki keterbatasan.
Sumber: OLAHRAGA












