Port-au-Prince — Amerika Serikat memuji upaya yang dianggap “berani” dari kontingen asing yang dikerahkan di Haiti sebagai bagian dari perjuangan melawan ketidakamanan, terutama yang berasal dari Kenya, Guatemala, El Salvador, Bahama dan Jamaika. Washington juga mengakui kontribusi unit-unit yang baru saja kembali ke negara asalnya, sambil menekankan bahwa mobilisasi internasional tetap aktif.
Menurut pihak berwenang Amerika, intervensi asing secara langsung menanggapi permintaan bantuan yang dibuat oleh Haiti dalam menghadapi meningkatnya kekerasan bersenjata. Beberapa negara telah menanggapi seruan ini, dan bala bantuan internasional lainnya diharapkan segera bergabung dengan Pasukan Represi Geng (FRG). Pasukan ini akan mendukung operasi yang telah dilakukan bersama dengan Kepolisian Nasional Haiti (PNH).
Dalam pernyataannya, Amerika Serikat mengecam keras pelanggaran yang dilakukan kelompok bersenjata, dituduh menyebarkan teror di masyarakat, mengeksploitasi perempuan dan anak-anak, serta memaksa anak di bawah umur untuk berpartisipasi dalam aktivitas kekerasan. Mereka juga menunjuk pada penggunaan warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, sebagai tameng manusia, dan menyebut praktik-praktik ini tidak dapat diterima.
Washington menegaskan bahwa tidak ada pembenaran yang dapat diberikan untuk membela tindakan kelompok-kelompok ini, dan menegaskan bahwa mereka tidak boleh dianggap sebagai pahlawan atau aktor revolusioner. Hilangnya satu nyawa warga sipil saja sudah dianggap tidak dapat diterima.
Mengulangi komitmennya, pemerintah Amerika meyakinkan bahwa mereka akan terus memberikan dukungannya kepada pasukan Haiti, khususnya PNH dan FRG, dengan tujuan memulihkan keamanan dan meningkatkan stabilitas negara. Amerika Serikat menegaskan bahwa pihaknya mendukung rakyat Haiti dalam upaya mereka mencapai masa depan yang lebih aman dan sejahtera.
Artikel serupa












