
Barcelona menutup fase liga Liga Champions UEFA dengan penuh gaya dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Kopenhagen, hasil yang mengamankan finis kelima dan tiket langsung ke babak 16 besar.
Finis di delapan besar adalah tujuan utama klub, karena memungkinkan mereka menghindari babak play-off yang berpotensi rumit dan mengelola beban kerja di musim yang padat.
Setelah peluit akhir dibunyikan, Hansi Flick memberikan penilaian jujur baik performa maupun gambaran keseluruhannya.
“Kami lebih baik di babak kedua dibandingkan babak pertama. Jelas kami harus meningkatkannya,” ujarnya, seperti dilansir AS.
Penampilan penyisihan grup
Perhatian kemudian beralih ke kampanye Liga Champions Barcelona dan pentingnya finis di delapan besar.
Flick puas dengan hasilnya dan menggunakannya untuk menggarisbawahi daya saing turnamen.
“Kami senang dengan situasi ini. Ada lima tim Premier League yang masuk delapan besar, yang menunjukkan level kompetisi tersebut.”
Salah satu poin pembicaraan utama dari pertandingan tersebut adalah penampilan gelandang muda Marc Bernal, yang terus kembali setelah cedera serius.
“Kami tahu dia pemain fantastis dan bagaimana dia bisa mengontrol permainan, mempertahankannya. Secara fisik, dia harus terus berkembang.
“Dia mengalami cedera serius. Dia harus terus berkembang. Dia punya waktu 45 menit, dan saya yakin dia akan mendapatkan lebih banyak.”
Pendapat tentang tim lain
Manajer Barcelona juga ditanya tentang gambaran besar Liga Champions, terutama fakta bahwa tim-tim besar seperti Paris Saint-Germain, Inter Milan, dan Real Madrid gagal masuk delapan besar.
Flick menghindari perbandingan dan tetap fokus pada skuadnya sendiri.
“Persaingan ini sangat kuat. Formatnya juga berpengaruh, tapi saya hanya melihat tim saya, dan targetnya adalah berada di delapan besar. Kami sudah mencapainya.”
Dengan Barcelona yang kini sudah mapan di bawah kepemimpinannya, Flick dipanggil kembali dengan rekor mengesankan yaitu 70 kemenangan dalam 93 pertandingan.
“Itu tidak cukup bagus (tertawa). Anda selalu ingin memenangkan setiap pertandingan, tapi itu tidak mudah. Saya bukan penggemar berat statistik, tapi terkadang ada baiknya untuk mengetahuinya.”
Terakhir, Flick berbicara tentang Lamine Yamal, yang sekali lagi memainkan peran penting dan menunjukkan tanda-tanda bahwa masalah fisik sebelumnya telah berlalu.
“Kecepatannya dalam mencetak gol pertama sangat mengesankan. Dia mampu menyerang pemain bertahan. Dan tidak hanya saat menyerang, namun juga saat bertahan.
“Saya ingat dia berhasil merebut satu bola. Saya senang. Dia pemain dengan kualitas luar biasa. Dia sangat penting bagi kami.”












