Ini adalah perjalanan kereta api yang akan diingat oleh para penumpang ini untuk waktu yang lama. Menjelang berakhirnya liburan Natal, kembalinya beberapa wisatawan berubah menjadi mimpi buruk. Berangkat dari Aurillac Sabtu ini, 3 Desember menuju Paris, malah dituduh kereta malam penundaan tujuh jam dari jadwal awalnya setelah terjebak di rel.
Seperti dilansir situs Ici, lalu lintas SNCF harus dipotong antara kota Vierzon dan Orléans karena masalah kelistrikan. Dengan suhu yang turun secara tiba-tiba dalam beberapa hari terakhir, embun beku mengendap di rel semalaman, menyebabkan kereta api putus seiring dengan lewatnya kereta api. Akibatnya pasokan listrik terputus, Oleh karena itu, kereta tidak dapat berjalan.
Hampir seharian dihabiskan di kereta
Imbasnya, kereta malam yang melintas antara Aurillac dan ibu kota pun terpaksa terhenti stasioner selama beberapa jam. Oleh karena itu, meskipun lalu lintas kereta api kembali berjalan lamban pada awal sore di satu jalur pada hari Minggu ini, kedatangan kereta malam diumumkan di stasiun Austerlitz pada pukul 16:34, hampir tujuh jam setelah jadwal awal. Para penumpang yang hadir di pesawat sejak pukul 22.40 sehari sebelumnya, jadi praktis menghabiskan sepanjang hari di kereta. Saat dihubungi, SNCF meyakinkan bahwa penumpang berhak melakukannya dapatkan pengembalian uang tiket kereta mereka sebesar 200%laporan Gunung.
Kereta malam yang menghubungkan Aurillac ke Paris bukan satu-satunya yang terkena dampak masalah teknis terkait cuaca beku ini. Jika kerusakan tidak mempengaruhi kereta malam yang meninggalkan Paris pada Sabtu malam, yang terakhir lewat sebelum masalah listrik, kereta lain di jalur Clermont – Paris mengalami beberapa penundaan. Selanjutnya, perjalanan pulang pergi lainnya akan dibatalkan pada Senin ini, yaitu kereta yang berangkat dari Clermont pada pukul 10.27 dan yang berangkat dari Paris pada pukul 15.57.












