Analisis yang dilakukan oleh Departemen Penelitian, Studi, Evaluasi dan Statistik (Drees), yang menggabungkan penyebab kematian medis, standar hidup dan karakteristik sosial, mengungkapkan sebuah fenomena yang ditandai dengan kesenjangan gender dan sosial ekonomi yang signifikan.
Pengamatan pertama: tiga perempat kasus bunuh diri di Prancis terjadi pada laki-laki. Angka tersebut mewakili 2,1% dari seluruh kematian laki-laki, dibandingkan dengan 0,7% kematian perempuan.
Meskipun hal ini tidak disebutkan dalam karya Drees, banyak penelitian menunjukkan bahwa kelebihan angka kematian pria ini dapat dijelaskan khususnya oleh faktor sosial dan perilaku. Laki-laki umumnya menggunakan metode yang lebih mematikan untuk bunuh diri dan cenderung tidak mencari bantuan ketika mengalami tekanan psikologis.
Studi ini juga mengungkapkan korelasi kuat antara standar hidup dan risiko bunuh diri. Antara tahun 2011 dan 2021, tingkat bunuh diri yang diamati di antara 10% penduduk terbawah populasi kira-kira dua kali lebih tinggi dibandingkan di antara 10% penduduk terkaya.
Faktor profesional yang signifikan
Kategori sosio-profesional juga memainkan peran yang menentukan dalam risiko bunuh diri, meskipun terdapat perbedaan yang mencolok tergantung pada gender:
Isolasi dan gangguan kejiwaan, faktor risiko utama
Janda tampaknya menjadi faktor risiko yang menentukan, dengan melipatgandakan risiko bunuh diri sebesar 2 pada wanita dan 9 pada pria. Secara umum, orang yang menjanda, lajang, atau bercerai memiliki tingkat bunuh diri yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang sedang menjalin hubungan. Sebaliknya, kehadiran anak dan tinggal serumah mengurangi risiko tersebut.
Namun faktor risiko utama tetap adanya gangguan kejiwaan. Tingkat bunuh diri yang diamati di antara mereka yang terkena dampak mencapai tiga puluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum, terutama karena gangguan kecanduan, bipolaritas dan kecemasan serta gangguan depresi. Selama periode 2015-2020, setengah dari kasus bunuh diri terjadi pada orang-orang yang diidentifikasi memiliki kemungkinan gangguan kejiwaan.
Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi risiko bunuh diri?
Menghadapi temuan yang mengkhawatirkan ini, penting untuk mengingat keberadaan sistem pendukung. Jika Anda dalam kesulitan atau ingin membantu seseorang yang menderita, Anda dapat menghubungi nomor pencegahan bunuh diri nasional, 3114, yang dapat diakses gratis 24/7.












