
Malam sulit Barcelona melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions mungkin berakhir dengan kekalahan 0-2, namun hasil tersebut hanya sebagian dari kekhawatiran.
Kekhawatiran terbesar bagi Hansi Flick dan stafnya kini berkisar pada kebugaran Pedri, yang ketidakhadirannya di babak kedua langsung menimbulkan peringatan.
Gelandang Spanyol, yang sering menjadi jantung permainan Barcelona, tidak kembali setelah jeda, sebuah keputusan yang sangat terasa.
Dikurangi menjadi sepuluh pemain sebelum jeda setelah kartu merah Pau Cubarsi, Barcelona membutuhkan komposisi dan kontrol.
Pedri biasanya memberikan semua itu, yang pada awalnya membuat penarikannya semakin membingungkan.
Apa yang terjadi dengan Pedri?
Baru setelah pertandingan barulah kejelasan muncul. Mengatasi situasi ini, manajer Flick mengungkapkan bahwa pergantian pemain lebih bersifat pencegahan daripada taktis, mengisyaratkan masalah fisik yang tidak dapat diabaikan.
“Dia mengalami beberapa masalah kecil. Tidak ada yang serius, tapi kami membutuhkannya sekarang, jadi kami memutuskan untuk menariknya keluar dan memasukkan Gavi,” katanya.
Sebelum konfirmasi itu, sudah ada kekhawatiran di dalam kamp.
Menurut AS, Pedri merasakan ketidaknyamanan di bagian belakang pahanya selama pertandingan sehingga meminta perhatian segera dari staf medis dan pelatih.
Mengingat riwayat cederanya, Barcelona tidak mau mengambil risiko apa pun, terutama pada tahap krusial musim ini.
Pada titik ini, tingkat keparahan permasalahan ini masih belum dapat dipastikan. Tes medis lebih lanjut diharapkan dapat menentukan apakah itu merupakan ketegangan otot ringan atau sesuatu yang lebih serius yang melibatkan hamstring.
Menurut outlet tersebut, kini ada kemungkinan nyata bahwa Pedri akan melewatkan derby liga mendatang melawan Espanyol di Camp Nou.
Dalam potensi ketidakhadirannya, Barcelona mungkin harus mengandalkan opsi alternatif di lini tengah.
Kembalinya Frenkie de Jong yang diharapkan dapat memberikan dorongan tepat waktu, sementara Marc Casado juga dianggap sebagai solusi untuk menjaga keseimbangan dan energi di lini tengah.












