Home Sports Manajer Oviedo tunduk pada kecemerlangan bakat Barcelona: ‘Seorang pemain dari galaksi lain’

Manajer Oviedo tunduk pada kecemerlangan bakat Barcelona: ‘Seorang pemain dari galaksi lain’

26
0


Manajer Real Oviedo Guillermo Almada tak segan-segan memuji kecemerlangan individu setelah timnya dikalahkan 3-0 oleh Barcelona.

Sementara skornya menguntungkan BlaugranaAlmada menegaskan pertandingan ini jauh lebih kompetitif dibandingkan hasil akhir yang diharapkan, terutama di babak pembuka.

Manajer Oviedo memberikan kata-kata khusus untuk Lamine Yamal, yang gol akrobatik spektakulernya menarik kekaguman bahkan dari bangku cadangan lawan.

Berkaca pada momen tersebut, Almada secara terbuka mengakui kualitas unik penyerang muda Barcelona tersebut, dengan mengatakan,

“Dia adalah pemain dari galaksi lain karena keputusan yang dia ambil pada momen-momen penting. Dia adalah sosok yang menentukan dalam momen-momen yang menentukan meski usianya masih muda.”

Menganalisis kekalahan

Meski kalah, Almada tetap mempertahankan pendekatan timnya. Ia menjelaskan bahwa kekalahan tersebut disebabkan oleh kesalahan kecil namun memakan banyak biaya, dan bukan karena kurangnya upaya atau struktur.

Dalam penilaiannya, Oviedo menanggung akibatnya “kesalahan terisolasi” Dan “kurangnya definisi”.

Lamine Yamal mencetak gol fantastis melawan Oviedo. (Foto oleh Alex Caparros/Getty Images)

Pelatih Oviedo itu mengaku merasa frustasi setelah melihat timnya bersaing bagus dalam jangka waktu lama. Dia berkata,

“Saya merasa sedikit sedih. Kami memainkan permainan yang bagus, bersaing secara setara, dan membuat kami rugi di area di mana kami tidak mampu untuk mewujudkannya.

“Kualitas para pemain yang kami lawan membuat mereka tidak akan memaafkan kami. Sayangnya, hal itu akhirnya membuat kami kehilangan pertandingan.”

Almada juga menyoroti seberapa baik timnya membatasi Barcelona sejak awal. Ia merasa Oviedo tampil solid dalam bertahan dan baru kehilangan kendali setelah kesalahan individu mengubah momentum.

“Kami solid, sayangnya kami melakukan kesalahan individu di area berbahaya dan mereka tidak memaafkan kami.

“Di babak pertama, saya tidak ingat Barcelona punya peluang apa pun, dan setelah gol itu, saya hanya ingat satu atau dua gol lagi karena kami mengambil lebih banyak risiko.”

Dia menyimpulkan, “Pada babak pertama, pertandingan berjalan sangat seimbang. Tidak mudah mengendalikan Barcelona seperti yang kami lakukan.”

Sumber: Mundo Deportivo



Source link