Home Politic Manzè Kapwaz: Asumsi provokasi, menekan rasa syukur untuk bersekutu dengan musuh, sebuah...

Manzè Kapwaz: Asumsi provokasi, menekan rasa syukur untuk bersekutu dengan musuh, sebuah pilihan yang mengungkapkan banyak berita terbaru dari Haiti: Politik, Keamanan, Ekonomi, Budaya.

3
0


Ada saatnya topeng itu jatuh. Dalam kasus Manzè Kapwaz, momen ini diterapkan secara brutal, tanpa keanggunan atau rasa hormat. Orang yang dikenal masyarakat umum berkat acara andalan Radio Guy Wewe tidak sekadar mengakhiri sebuah kolaborasi, ia melewati garis moral yang bahkan perselisihan terdalam pun tidak dapat dimaafkan.

Karena kita harus jelas: konflik itu normal. Perpisahan profesional juga. Namun pengakuan tidak boleh dinegosiasikan. Apa pun perbedaannya, Manzè Kapwaz bisa dan seharusnya menghindari persekutuan dengan musuh terburuk Guy Wewe. Bukan karena ketundukan, tapi karena kesopanan. Bukan karena kesetiaan buta, namun karena rasa hormat terhadap peran penting yang dimainkan Guy Wewe dalam kebangkitan medianya.

Tidak ada yang memintanya untuk tetap mengantri. Tidak ada yang menghentikannya untuk menempa jalannya sendiri. Namun dengan sengaja memilih kubu Dadou Diyosa, yang dianggap sebagai simbol permusuhan terhadap Guy Wewe, adalah tindakan provokatif yang tidak perlu dan hampir bersifat balas dendam.

Perubahan haluan yang spektakuler ini bukanlah tindakan yang berani. Hal ini mencerminkan logika visibilitas dengan segala cara, di mana etika memberi jalan bagi oportunisme. Ketika pengakuan menjadi tidak praktis, hal itu akan hilang. Ketika rasa syukur menuntut pengendalian diri, hal itu dikorbankan di atas altar perhitungan.

Di media seperti halnya dalam bisnis, Anda bisa keluar tanpa menjadi kotor, membebaskan diri tanpa menyangkal diri, tumbuh tanpa menginjak-injak kaki Anda. Dengan menolak pengekangan mendasar ini, Manzè Kapwaz tidak hanya mengubah sekutu, ia juga mengirimkan sinyal yang jelas tentang konsepsinya tentang nilai-nilai. Dan masyarakat selalu membedakan antara ambisi yang sah dan anggapan tidak berterima kasih.



Source link