Home Sports Mengapa Senegal dicopot dari gelar AFCON dan bagaimana kekacauan di Maroko belum...

Mengapa Senegal dicopot dari gelar AFCON dan bagaimana kekacauan di Maroko belum berakhir | Sepak Bola | Olahraga

7
0


Dalam keputusan bersejarah dan kontroversial pada Selasa malam, Konfederasi Sepak Bola Afrika (Dewan Banding CAF) secara resmi mencabut gelar Piala Afrika (AFCON) Senegal. Tapi kenapa? Express Sport menjelaskan dramanya…

  • Keputusan: Dewan Banding CAF membatalkan hasil akhir asli, menyatakan Senegal telah membatalkan pertandingan. Keputusan ini menyusul keberhasilan banding Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) terhadap keputusan awal Dewan Disiplin.

  • Alasannya: Pada final 18 Januari, para pemain Senegal keluar lapangan selama kurang lebih 15 menit sebagai protes atas penalti yang diberikan VAR kepada Maroko pada menit kedelapan waktu penghentian babak kedua. CAF memutuskan tindakan ini melanggar Pasal 84 peraturan turnamen mengenai pengabaian dan penyitaan pertandingan.

  • Dampaknya: Maroko secara retrospektif dinobatkan sebagai juara AFCON 2025. Kemenangan awal 1-0 untuk Senegal, yang diraih setelah perpanjangan waktu, telah dihapus dan diganti dengan skor administratif resmi 3-0 untuk kemenangan Maroko.

  • Apa yang telah terjadi? Walk-off terjadi setelah pemain Maroko Brahim Diaz mendapat hadiah penalti di waktu penghentian. Meskipun para pemain akhirnya kembali dan penalti gagal, CAF menetapkan bahwa meninggalkan lapangan merupakan penyitaan terlepas dari hasil fisik pertandingan dan trofi yang diberikan kepada Senegal.

  • Keputusan CAF lainnya: Dewan juga membahas insiden lain dari akhir yang kacau itu. Keputusan tersebut mengurangi skorsing bagi pemain Maroko Ismael Saibari, menurunkan denda terhadap FRMF atas insiden ball boy dan laser, namun tetap menerapkan denda sebesar $100.000 atas gangguan di area tinjauan VAR.

  • Mengapa kekacauan belum berakhir: Ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola Afrika, menandai pertama kalinya gelar besar kontinental dicabut dan diberikan kembali beberapa bulan setelah penyerahan trofi. Keputusan tersebut bersifat final di CAF, meskipun Senegal masih dapat mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), yang pada akhirnya bisa membuat mereka kembali menjadi juara di masa depan.



Source link