Barcelona memulai tahun baru dengan salah satu pertandingan paling emosional di sepak bola Spanyol, derby tandang Catalan melawan Espanyol di Stadion RCDE.
Pertandingan ini jarang berlangsung tenang, seringkali menegangkan, dan hampir selalu riuh. Permusuhan diharapkan terjadi, emosi memuncak, dan setiap detail diperkuat di bawah sorotan derby.
Pertemuan khusus ini membawa keunggulan ekstra karena kembalinya Joan Garcia, yang akan menjadi starter dengan mengenakan seragam Barcelona.
Selama bertahun-tahun, derby Catalan telah menjadi panggung konfrontasi, provokasi dan kontroversi.
Namun, terlepas dari persaingan yang sengit, terdapat juga momen-momen yang menunjukkan rasa hormat dan martabat yang tulus.
Beberapa pemain Barcelona meninggalkan stadion Espanyol bukan dengan cemoohan, tapi dengan tepuk tangan.
Di sisi lain, beberapa pemain pergi dengan perasaan tidak enak dan hari ini, kita melihat beberapa momen tak terlupakan dari sudut pandang Barcelona
Iniesta dan momen yang melampaui persaingan
14 tahun lalu, Andrés Iniesta mencetak gol pada menit ke-116 untuk memenangkan Piala Dunia.
Dia merayakannya dengan menunjukkan pesan kepada temannya dan kapten Espanyol Dani Jarque yang meninggal pada usia 26: ‘Dani Jarque, selalu bersama kami’
Dia masih dicintai oleh pendukung Espanyol meskipun Barca adalah tim terbesar mereka… pic.twitter.com/4ZSrWJNDWR
— Sepak Bola B/R (@brfootball) 11 Juli 2024
Salah satu contoh rasa hormat yang paling kuat dalam derby ini adalah Andres Iniesta.
Pendukung Espanyol tidak pernah melupakan tindakan yang dilakukan Iniesta di Piala Dunia 2010, sebuah momen yang jauh melampaui warna klub.
Setelah mencetak gol yang memberi Spanyol gelar Piala Dunia pertama mereka, Iniesta mengangkat kausnya dan mengungkapkan pesan untuk menghormati mendiang temannya dan kapten Espanyol Dani Jarque, yang meninggal secara tragis beberapa bulan sebelumnya.
Sikap itu tetap melekat pada fans Espanyol.
Ketika Barcelona bertandang ke Stadion RCDE pada 18 Desember 2010, dan meraih kemenangan dominan 5-1, seluruh stadion bersorak untuk Iniesta, mengakui pria tersebut dan sikap yang telah dia lakukan beberapa bulan sebelumnya.
Gerard Pique dan persaingan di titik didih
— oscar (@futbolconfi) 2 Januari 2026
Jika Iniesta melambangkan rasa hormat, Gerard Pique mewakili sisi ekstrim lain dari derby ini.
Hanya sedikit pemain Barcelona yang menjadi sasaran tanpa henti oleh pendukung Espanyol seperti Pique.
Ketegangan mencapai puncaknya selama rangkaian derby yang eksplosif pada awal tahun 2016 di La Liga dan Copa del Rey.
Penghinaan ditujukan tidak hanya pada Pique, tapi juga pada keluarganya, dengan spanduk dan nyanyian yang melanggar batas rasa hormat.
Dua tahun kemudian, Pique mendapati dirinya berada di ujung stadion yang sama ketika dia mencetak gol penyeimbang penting dalam derby piala.
Reaksinya, meletakkan jari ke bibir untuk membungkam penonton, memicu kekacauan baik di dalam maupun di luar lapangan. Suasana berubah menjadi beracun, menyebabkan suasana panas di dalam terowongan.
Berbicara setelahnya, dan memberikan konteks pada tindakannya, Pique membahas situasi tersebut secara langsung.
Dia berkata, “Menghina keluarga saya adalah tindakan yang tidak sopan. Menyuruh orang lain untuk diam adalah bagian dari permainan. Setidaknya itulah yang bisa saya lakukan setelah semua yang terjadi.”
Gelar liga dimenangkan di medan yang tidak bersahabat
Nasib sangat baik pada kunjungan Barcelona baru-baru ini ke Stadion RCDE.
Dua gelar La Liga terakhir mereka diraih menyusul kemenangan di kandang Espanyol.
Pada musim 2022/23, Xavi Hernandez membawa Barcelona meraih kemenangan 4-2 yang secara matematis memastikan gelar liga.
Para pemain berusaha melakukan selebrasi di lapangan, membentuk lingkaran di titik tengah.
Namun, perayaan itu tiba-tiba terhenti ketika beberapa ratus penggemar menyerbu lapangan, memaksa para pemain Barcelona berlari ke ruang ganti.
Musim berikutnya, derby dibayangi insiden yang lebih serius.
Beberapa jam sebelum kick-off, seorang wanita menabrakkan kendaraannya ke sekelompok pendukung Espanyol di dekat stadion. Pertandingan dilanjutkan setelah penundaan, dan Barcelona muncul dengan kemenangan 2-0.
Kali ini, pelatih anyar Hansi Flick memastikan tak terulangnya kejadian masa lalu. Dia menegaskan perayaan tetap dilakukan di ruang ganti.
Ketika beberapa pemain Barcelona berpelukan sebentar di lapangan dan alat penyiram dinyalakan, Flick langsung bereaksi, mengantar pasukannya keluar lapangan dengan rasa frustrasi dan sikap tegas.












