Pemerintah Haiti bermaksud untuk memperkuat dialog dengan para pemimpin agama untuk meningkatkan persatuan nasional, keamanan dan harapan dalam konteks yang ditandai dengan krisis yang parah. Dalam perspektif ini, Menteri Luar Negeri dan Agama Raina Forbin pada hari Jumat bertemu dengan beberapa pemimpin agama berbeda di kantor pusat kementerian di Port-au-Prince. Oleh karena itu, pihak berwenang ingin lebih melibatkan komunitas agama dalam upaya yang bertujuan untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas di negara tersebut.
Pada pembukaan pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Aliran Sesat, Joël Turenne, menggarisbawahi sifat pendekatan ini yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam kementerian. Menurutnya, inisiatif ini mencerminkan keinginan Negara untuk mempererat hubungan dengan umat beragama dan mengakui peran mereka dalam mengedepankan nilai-nilai persatuan, solidaritas, dan harapan.
Sementara itu, Menteri Raina Forbin menyoroti kekayaan keragaman spiritual Haiti, dan mengingatkan bahwa komunitas agama merupakan tolok ukur moral yang penting bagi masyarakat, khususnya dalam konteks yang ditandai dengan tantangan keamanan dan sosial.
Menteri juga mengumumkan penyelenggaraan konferensi nasional para pemimpin agama yang akan datang. Pertemuan ini harus memungkinkan terciptanya kerangka konsultasi antara Negara dan agama-agama yang berbeda guna memajukan budaya perdamaian dan memperkuat kohesi sosial.
Perwakilan dari sektor Keagamaan menyambut baik inisiatif ini, karena mereka percaya bahwa hal ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan hubungan antara Negara dan komunitas agama sekaligus meningkatkan iklim dialog dan peredaan.
Artikel serupa












