Home Politic Migrasi. Perjanjian antara London dan Paris mengenai kontrol penyeberangan migran diperpanjang

Migrasi. Perjanjian antara London dan Paris mengenai kontrol penyeberangan migran diperpanjang

5
0

London dan Paris akan memperpanjang perjanjian kerja sama mereka selama dua bulan mengenai pengendalian penyeberangan migran melintasi Selat Inggris ke Inggris, Kementerian Dalam Negeri Inggris mengumumkan pada hari Selasa, sambil menunggu penyelesaian negosiasi yang sulit mengenai kemitraan baru. Perjanjian Sandhurst, yang ditandatangani pada tahun 2018 antara London dan Paris, menetapkan bahwa Inggris mendanai sebagian tindakan yang dilakukan Prancis untuk mengamankan perbatasan, karena di wilayah Prancislah pemeriksaan orang-orang yang berangkat ke Inggris dilakukan. Itu telah diperpanjang selama tiga tahun pada tahun 2023, dan akan berakhir pada Selasa tengah malam ini.

Selama berbulan-bulan, kedua pemerintah telah dengan sengit menegosiasikan perpanjangan baru, namun tidak sepakat mengenai tujuan kontribusi keuangan Inggris di masa depan. “Seiring dengan berlanjutnya negosiasi untuk menyelesaikan perbaikan perjanjian Perancis-Inggris, kontrak operasional telah diperpanjang selama dua bulan untuk memberikan kemampuan penting dalam kepolisian dan pengawasan Perancis,” kata Kementerian Dalam Negeri Inggris dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa. Untuk ini, London akan menyediakan dana sebesar 16,2 juta pound (18,5 juta euro), ujarnya.

Sejak tahun 2023, Inggris telah membayar 540 juta euro kepada Prancis berdasarkan perjanjian tersebut, menurut Paris. Tahun lalu, 41,472 migran melakukan penyeberangan Channel yang berbahaya dari Perancis, jumlah tertinggi kedua setelah rekor 45,774 yang tercatat pada tahun 2022, menurut data Home Office. Setidaknya 29 migran tewas di laut pada tahun 2025, menurut penghitungan yang dilakukan oleh Agence France-Presse berdasarkan sumber resmi Perancis dan Inggris.

Pemerintahan Partai Buruh pimpinan Keir Starmer berada di bawah tekanan untuk mengurangi penyeberangan ini, di tengah bangkitnya partai Reformasi Inggris yang anti-imigrasi pimpinan Nigel Farage. “Kolaborasi kami dengan Prancis memungkinkan untuk mencegah 42.000 upaya penyeberangan Selat yang dilakukan oleh migran ilegal,” kenang Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood pada Selasa, dikutip dalam siaran pers.

Menurut beberapa media Inggris, London ingin mengkondisikan pembayaran kontribusi finansial untuk mencapai tujuan intersepsi kapal lebih tinggi dari yang saat ini diamati. Prancis menentang hal tersebut dan menyoroti hukum laut internasional yang mengutamakan keselamatan kapal dan penumpangnya.



Source link