Sebuah laporan baru yang diterbitkan oleh CIES Football Observatory, sebagaimana disampaikan oleh Mundo Deportivo, sekali lagi memperkuat kebangkitan luar biasa Lamine Yamal, menempatkan penyerang Barcelona itu di puncak sepakbola dunia dalam hal nilai pasar.
Menurut penelitian, Yamal sekarang bernilai €343 juta yang mencengangkansosok yang tidak hanya memimpin peringkat, namun sepenuhnya mendefinisikan ulang peringkat tersebut.
Yang membuat angka ini semakin mencolok adalah kesenjangan antara Yamal dan generasi lainnya.
Di antara pemain di bawah usia 20 tahun, pemain sayap Barcelona ini secara efektif memiliki penilaian tiga kali lipat dibandingkan rekan-rekannya, dan berdiri sendirian di puncak.
Lihatlah evaluasinya
Penilaian Yamal menjadikannya sebagai pesepakbola termahal di dunia, mengungguli dua mesin pencetak gol yang terbukti terus mendominasi sepakbola Eropa.
Erling Haaland dihargai €255 juta, sementara Kylian Mbappe dihargai €201 juta.
Terlepas dari pengalaman dan hasil gol mereka, keduanya tertinggal jauh dari remaja Barcelona tersebut, menyoroti betapa langkanya profil Yamal.
Pengaruh Barcelona dalam daftar tersebut tidak berhenti di situ, karena Pedri berada di peringkat kesepuluh secara keseluruhan dengan valuasi €130 juta, sementara Pau Cubarsi memimpin semua bek di seluruh dunia dengan nilai €110 juta.
Daftar tersebut juga mengalami perubahan besar pada posisi teratas. Januari lalu, Jude Bellingham menduduki peringkat pertama, namun kini ia duduk di peringkat keempat dengan valuasi €153 juta.
Daftar ini diikuti oleh Michael Olise dengan €137 juta dan Florian Wirtz dengan €136 juta.
Di luar lima liga top Eropa, pemain dengan nilai tertinggi adalah Vitor Roque, senilai €85 juta.
Mantan penyerang Barcelona ini mengungguli Samu Aghehowa (€76 juta) dan Geovany Quenda (€70 juta), yang sudah pindah ke Chelsea.












