Iran meningkatkan tekanan di Selat Hormuz. Teheran terus menyerang kapal-kapal komersial yang mendekati selat tersebut, yang digambarkan oleh Emmanuel Macron pada hari Rabu sebagai “teater perang” sementara Donald Trump menuduh kapal-kapal Iran memasang ranjau laut di perairan selat tersebut.
Menghadapi kenaikan harga minyak, IEA mengambil tindakan. Badan Energi Internasional (IEA) dan 32 negara anggotanya telah memutuskan untuk melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka ke pasar. Prancis akan melepaskan 14,5 juta barel cadangan strategisnya. Namun Perdana Menteri mengesampingkan pembekuan harga dan pengurangan PPN.
Donald Trump mengalikan pernyataan yang kontradiktif. Presiden Amerika bingung mengenai kemungkinan durasi konflik di Timur Tengah. Setelah memastikan bahwa “tidak ada lagi yang bisa diserang” di Iran, sebaliknya ia menyatakan pada malam harinya bahwa Amerika Serikat harus “menyelesaikan tugasnya” dan “tidak pergi sebelum waktunya”. Israel tetap bertekad dan tidak menetapkan “batas waktu”.
Jumlah korban terus meningkat di Lebanon. Sementara Israel terus meningkatkan serangan terhadap Lebanon sebagai pembalasan atas roket yang diluncurkan oleh Hizbullah, jumlah korban tewas meningkat pada hari Rabu menjadi 634 kematian dan lebih dari 800.000 dalam sepuluh hari konflik. Prancis telah melipatgandakan bantuan kemanusiaannya kepada negara tersebut dengan mengirimkan 60 ton bantuan pada hari Kamis untuk para pengungsi yang meninggalkan wilayah selatan.
Sebuah “kesalahan” Amerika. Setelah serangan terhadap sebuah sekolah di Iran pada hari pertama konflik, penyelidikan militer awal mengindikasikan hal tersebut Waktu New Yorkbahwa itu adalah “kesalahan penargetan yang dilakukan oleh militer AS, yang melakukan serangan terhadap pangkalan Iran yang berdekatan dimana gedung sekolah pernah menjadi bagiannya”.












