Tidak semua masyarakat Perancis mempunyai pendapat yang sama dalam hal harga bahan bakar. Rata-rata, harga tanpa timbal (E10) dan solar baru-baru ini mengalami penurunan harga -0,2 sen Dan -2,9 sen dalam seminggu. Namun harganya tidak sama di seluruh negeri. Beberapa departemen sangat diuntungkan, seperti di Brittany, dan departemen lainnya masih membayar mahal. Hal ini terjadi di Île-de-France dan departemen Korsika, menurut data dari Kementerian Transisi Ekologi, lapor Independent. Perbedaannya bisa sampai 12,5 euro untuk 50 liter solar penuh.
Mengenai bahan bakar ini, departemen yang biayanya paling rendah adalah: Finistère (1,593 euro/L), Morbihan (1,606 euro/L), Côtes-d’Armor (1,608 euro/L) dan Calvados (1,612 euro/L). Jauh lebih mahal di Paris (1.836 euro/L), Haute-Corse (1.787 euro/L), Corse-du-Sud (1.778 euro/L), Hauts-de-Seine (1.738 euro/L) dan Savoie (1.731 euro/L).
Perbedaan harga tanpa timbal (E10)
Perbedaan harga ini juga penting untuk produk tanpa timbal (E10). Departemen Breton masih termasuk wilayah yang bahan bakarnya paling murah. Dia ada di 1.632 euro/L di Finistère, 1.635 euro/L di Loire-Atlantique, 1.645 euro/L di Morbihan, 1.658 euro/L di Vendée dan 1.659 euro/L di Côtes-d’Armor. Adapun departemen yang paling tidak mampu, serupa dengan departemen diesel: di Paris dan Corsica, rata-rata tanpa timbal (E10) 1,83 euro/L1.767 euro/L di Savoie, 1.764 euro/L di Hauts-de-Seine, 1.762 di Yonne dan 1.760 euro/L di Loire. Perbedaan ini dapat dijelaskan oleh perbedaan pajak yang bergantung pada departemen serta jarak dari kilang.












