Persiapan untuk derby Catalan mendatang sudah tegang, dan laporan baru dari El Confidencial menambah kekhawatiran dalam proses tersebut.
Seperti yang diharapkan, perhatian tertuju pada Joan Garcia, yang kembalinya ke wilayah Espanyol diperkirakan akan memicu suasana yang sangat tidak bersahabat.
Garcia, yang kini mengenakan seragam Barcelona, akan menginjakkan kaki di lapangan Cornella-El Prat pada 3 Januari.
Ini akan menjadi penampilan pertamanya di sana sejak melakukan peralihan kontroversial antara kedua rival, sebuah tindakan yang tidak dimaafkan oleh sebagian fanbase Espanyol.
Dengan Espanyol menikmati performa bagus dan Barcelona duduk di puncak klasemen, derby sudah menyiapkan segalanya untuk malam yang eksplosif.
Pertemuan yang ‘berisiko tinggi’
Keseriusan situasi ini telah diakui pada tingkat institusional.
Pertandingan tersebut secara resmi telah diklasifikasikan sebagai “berisiko tinggi” oleh Komite Tetap Komisi Negara Menentang Kekerasan, Rasisme, Xenofobia, dan Intoleransi dalam Olahraga.
Tim keamanan stadion, otoritas setempat, dan pejabat Espanyol sepenuhnya menyadari kemarahan yang ditujukan kepada Garcia.
Kembalinya dia menghadirkan tantangan logistik dan keselamatan yang besar, terutama mengingat diskusi yang beredar di kalangan pendukung dalam beberapa pekan terakhir.
Di luar hinaan dan nyanyian yang biasa menyertai pertandingan derby, salah satu gagasan yang dilaporkan telah dibahas adalah pelemparan boneka tikus ke dalam lapangan.
Fans Espanyol berencana mendapat perlakuan serius
Ancaman ini tidak muncul begitu saja. Selama musim panas, kampung halaman Garcia di Sallent dilaporkan melihat grafiti yang mencapnya sebagai “pengkhianat” dan “tikus.”
Insiden-insiden tersebut hanya menambah kekhawatiran tentang apa yang mungkin terjadi di dalam stadion.
Sebagai tanggapan, Espanyol telah bekerja sama dengan pasukan keamanan negara selama beberapa hari untuk memastikan pertandingan berjalan tanpa insiden serius.
Oleh karena itu, pengerahan skala besar diperkirakan akan dilakukan, termasuk petugas dari Mossos d’Esquadra, anggota Guardia Urbana, serta pramugari dan staf keamanan swasta.












