Home Sports Puyol, Pique dan Superstar Liverpool: Bek Barcelona menyebutkan panutannya

Puyol, Pique dan Superstar Liverpool: Bek Barcelona menyebutkan panutannya

6
0


Dalam waktu sekitar satu setengah tahun, Pau Cubarsi telah membuktikan dirinya sebagai salah satu permata pertahanan Barcelona.

Di usianya yang baru 19 tahun, pemain asal Spanyol ini kini menjadi komponen kunci dalam formasi pertahanan Hansi Flick, setelah mencatatkan lebih dari 100 penampilan kompetitif untuk klub. Dia kini menjadi salah satu bek paling berharga di dunia.

Pemain muda ini telah membuat penonton terkesan dengan ketenangan dan kemampuannya untuk beroperasi di lini belakang dengan pertahanan tinggi, itulah sebabnya tidak mengejutkan ketika sang pemain mengungkapkan panutannya dalam interaksi baru-baru ini.

Siapa panutan Cubarsi?

Memang, Cubarsi, dalam wawancaranya baru-baru ini dengan Tim (h/t AS), mengungkap bahwa dirinya sudah lama mengikuti gameplay dua bek paling menonjol Barcelona di abad ke-21 berupa Carles Puyol dan Gerard Pique.

“Referensi saya selalu Carles Puyol dan Gerard Pique. Bersama Puyol, saya paling banyak menonton highlight. Saya mencoba mengambil inspirasi dari karakternya dan cara dia memimpin tim,” katanya.

Dengan total gabungan lebih dari 1.200 penampilan untuk Barcelona, ​​​​Puyol dan Pique memang berperan penting bagi kesuksesan Barcelona sejak awal abad baru.

Pique adalah salah satu panutan terbesar Cubarsi. (Foto oleh Alexander Hassenstein/Getty Images)

Cubarsi menambahkan bahwa Pique, khususnya, telah membantunya belajar lebih banyak tentang perkembangan dan penempatan bola.

“Dari Pique yang sempat saya tonton bermainnya, saya mencoba mempelajari perkembangan dan positioning bolanya. Itu sangat membantu saya menjadi pemain seperti sekarang ini,” katanya.

Selain Puyol dan Piqué, Cubarsi mengungkapkan bahwa superstar Liverpool Virgil van Dijk juga merupakan salah satu panutannya.

Bek Barcelona itu menambahkan bahwa ia mengagumi van Dijk karena ketenangan, kepemimpinan, dan kemampuannya mengalirkan penguasaan bola dari belakang.

“Saya sangat menyukai Van Dijk, yang menjadi tolak ukur ketenangan, kepemimpinan, dan cara dia membangun dari belakang,” dia menyimpulkan.



Source link