Pedri adalah kejutan terbesar bagi Barcelona musim lalu, berhasil mengatasi masalah kebugarannya dan menjadi salah satu pemain yang paling banyak digunakan di klub di bawah asuhan Hansi Flick.
Pedri adalah sosok yang selalu hadir untuk Barcelona di hampir setiap pertandingan, yang mengejutkan banyak orang mengingat rekor cederanya yang buruk di masa lalu.
Namun, pendekatan Barcelona terhadap Pedri sangat berbeda musim ini, seperti yang diungkapkan Diario AS.
Pendekatan Barcelona berbeda dengan Pedri
Pergeseran strategi menjadi jelas setelah pertandingan Copa del Rey yang melelahkan melawan Atletico Madrid. Hansi Flick mengaku tim mengambil risiko dengan Pedri yang menyelesaikan pertandingan dengan berjalan kaki.
Sejak itu, pelatih asal Jerman itu mengadopsi kebijakan rotasi yang jauh lebih hati-hati. Dalam pertandingan terakhir, menit bermain Pedri diatur dengan ketat; dia hanya bermain 45 menit melawan Athletic Bilbao dan Sevilla, dan 70 menit di leg pertama melawan Newcastle United.
Flick sangat vokal tentang filosofi baru ini, dengan mengatakan bahwa jika sang gelandang hanya dapat bermain selama 45 atau 60 menit dengan aman, maka itulah yang akan ia mainkan untuk menghindari kemunduran lebih lanjut.
Dari 31 penampilan musim ini, Pedri baru tampil 90 menit sebanyak 12 kali. Ini adalah penurunan yang signifikan dibandingkan musim lalu, di mana ia bermain penuh dalam 27 dari 59 pertandingannya dan tampil lebih dari 80 menit dalam 15 pertandingan lainnya.
Pendekatan hati-hati ini didasari oleh penelitian terhadap serat otot pemain yang dilakukan di laboratorium Baltimore.
Berkoordinasi dengan kepala pelatihan fisik Julio Tous, Pedri telah mengintegrasikan pelatihan kekuatan khusus bersama dengan cryotherapy dan rutinitas Pilates yang biasa.
Dengan Barcelona berjuang untuk setiap trofi di akhir musim dan Piala Dunia di depan mata, tampaknya klub memandang Pedri sebagai harta karun yang harus ditangani dengan hati-hati.












