Barcelona sedang mendekati fase perencanaan yang rumit namun penting, dan salah satu topik paling sensitif yang dibahas adalah masa depan salah satu sosok paling berpengalaman di klub tersebut.
Menurut laporan dari SPORT, manajer Hansi Flick diperkirakan akan mengadakan pembicaraan penting dengan Robert Lewandowski pada awal tahun 2026 untuk membahas apakah sang striker harus tetap di Barcelona setelah musim ini.
Saat ini, belum ada keputusan akhir dari kedua belah pihak. Kontrak Lewandowski akan habis pada akhir musim, dan baik klub maupun sang pemain lebih memilih menunggu hingga Februari atau Maret sebelum menarik kesimpulan.
Meskipun pengaruh Lewandowski di ruang ganti tetap kuat, musimnya sejauh ini terganggu oleh masalah fisik, sehingga peran jangka panjangnya sedikit tidak pasti.
Lewandowski rela mengorbankan statusnya
Meski ada keraguan, penyerang asal Polandia ini masih belum menutup peluangnya. Dia tetap menetap di Barcelona dan merasa betah di kota bersama keluarganya.
Gagasan untuk memperpanjang masa tinggalnya selama satu atau dua musim lagi sangatlah menarik, meskipun itu berarti menerima peran berbeda dalam skuad.
Yang terpenting, Lewandowski terbuka untuk adaptasi. Dia memahami arah yang dituju Barcelona dan bersedia mundur dari menjadi starter yang tak terbantahkan jika diperlukan.
Namun semuanya bergantung pada pertukaran yang tenang dan jujur dengan Flick. Hubungan mereka dibangun atas dasar kepercayaan dan transparansi, yang terjalin selama masa sukses mereka bersama di Bayern Munich.
Kedua pria ini dikenal karena pendekatan mereka yang langsung, dan tidak ada yang diharapkan untuk menghindar dari kebenaran yang sulit.
Jadi bagaimana sekarang?
Jika Flick yakin Lewandowski masih bisa memberikan kontribusi yang berarti, kemungkinan besar sang manajer tidak akan menghalangi pembaruan kontrak.
Demikian pula, Flick diharapkan menjelaskan apakah dia merasa evolusi tim memerlukan profil pemimpin yang berbeda.
Menariknya, orang-orang dekat Lewandowski merasa kedatangan Flick di Barcelona berperan besar menghidupkan kembali motivasinya.
Sang striker sendiri yakin sang pelatih membantunya menemukan kembali rasa lapar dan tujuan di klub.
Tanpa reuni itu, kariernya di Barcelona mungkin sudah berakhir.












