
Konsorsium Perlindungan Tepi Barat, yang dipimpin oleh organisasi kemanusiaan Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), dan di mana banyak LSM berpartisipasi, baru saja menerbitkan laporan yang memberatkan, berjudul “Kekerasan seksual dan pemindahan paksa di Tepi Barat”.
Kepentingan dokumen ini terletak tidak hanya untuk mengingat dampak penjajahan dan pendudukan terhadap penduduk Palestina, namun juga untuk menyoroti jenis kekerasan, seksis dan seksual, yang dilakukan oleh para pemukim Israel.
Enam belas kasus kekerasan seksual terkait dengan pendudukan telah diidentifikasi oleh para peneliti konsorsium selama tiga tahun terakhir. Angka ini tentu saja diremehkan karena rasa malu dan stigma yang dialami para korban.
Kekerasan seksual difilmkan
Contoh-contoh yang diberikan sangat fasih. Di Ras Ein al-Auja, seorang wanita Palestina melaporkan bahwa pemukim berusaha…












