
Beirut (Lebanon), korespondensi pribadi
Fajar menyingsing di Dahieh, di pinggiran selatan Beirut. Klakson tersebut menenggelamkan keheningan yang diakibatkan oleh pemboman yang dilakukan oleh tentara Israel selama empat puluh tujuh hari. Beberapa jam setelah berlakunya gencatan senjata sepuluh hari yang dinegosiasikan di bawah naungan Washington, kehidupan berusaha mendapatkan kembali haknya atas puing-puing yang masih berasap. Di antara keduanya, ada gerakan yang rapuh. Setiap meter yang ditempuh adalah negosiasi antara kembalinya pasukan dan ketakutan akan kembalinya pertempuran
Keseruan Hadi Nasrallah Boulevard
Tentu saja penampilan pinggiran kota berubah pada Jumat ini, 17 April. Di Hadi Nasrallah Boulevard, tulang punggung Dahieh, dengung drone menimbulkan hiruk-pikuk lagu yang memuji perlawanan. Arteri yang sangat besar ini tersumbat. Kita melihat mobil-mobil dengan bagasi yang meluap dan sepeda motor yang membawa seluruh keluarga, bemper ke bemper di tengah panas yang penuh debu.
Pada sore hari, kemacetan meningkat karena kecepatan lalu lintas melambat hingga 20 km/jam. Orang yang lewat menoleh ke kanan…












