
Selama lebih dari empat tahun, Ukraina menghadapi musuh Rusia dalam perang yang pecah pada Februari 2022. Dalam upaya mengatasi angkatan bersenjata Kremlin, perusahaan teknologi pertahanan General Cherry baru saja menghadirkan sebuah merek baru dengung menyerang ditujukan untuk tentara Ukraina. Disebut “Khmarynka”, drone kamikaze ini dihadirkan sebagai solusi biaya rendah untuk memungkinkan serangan mendalam di bagian depan, lapor Orang Paris.
Dengan jangkauan 50 km dan otonomi 60 menitperangkat ini juga mampu bergerak kecepatan maksimum 140 km/jam sambil membawa muatan hingga 7 kg. Karena dianggap sangat menguntungkan, para perancangnya menekankan produksi massal drone ini untuk mendukung tentara Ukraina. “Drone Khmarynka dirancang sebagai alat yang terjangkau untuk melemahkan pertahanan udara musuh secara sistematis. Hal ini juga dimaksudkan untuk menyerang berbagai sasaran dalam kedalaman taktis: kendaraan lapis baja, transportasi, gudang“, kata Jenderal Cherry dalam siaran persnya.
Diluncurkan menggunakan ketapel
Di sisi desain, hadir “Khmarynka”, sejenis pesawat terbang lebar sayap 196 cm kali lebar 153 cm dan tinggi 33 cm. Namun justru pada cara peluncurannya di bagian depan itulah letak kekhasannya. Memang benar, untuk memungkinkan penyebaran cepat tanpa memerlukan infrastruktur khusus, drone diluncurkan menggunakan ketapel.
Jika saat ini drone baru ini sudah menyelesaikan uji coba tahap pertama, maka kini sudah siap untuk produksi skala besar agar bisa dikerahkan di lapangan. Lebih lanjut, perusahaan Ukraina menetapkan hal itu 150 drone pertama akan diberikan secara gratis kepada tentara Ukraina, untuk mendapatkan “umpan balik langsung dari unit tempur“. Adapun harga produksinya untuk model lain yang akan datang, belum diketahui.












