Home Politic Pasca serangan Amerika dan Israel, Air France membatalkan penerbangannya ke beberapa kota...

Pasca serangan Amerika dan Israel, Air France membatalkan penerbangannya ke beberapa kota di Timur Tengah

7
0

Situasi internasional menjadi semakin tegang. Sabtu pagi ini, 28 Februari, Iran menjadi sasarannya beberapa serangan udara Amerika dan Israel. Setelah beberapa minggu adanya ancaman terselubung mengenai intervensi militer di masa depan, beberapa ledakan yang berasal dari Washington dan Tel Aviv terdengar di beberapa kota di Iran, tetapi juga di negara-negara lain di Timur Tengah seperti di kota Yerusalem, lapor BFMTV.

Menghadapi ketegangan ini dan risiko yang ditimbulkannya, Air France mengambil keputusanmembatalkan penerbangan ke beberapa kota di Timur Tengah. Jika saja penerbangan dari/ke Tel Aviv dan Beirut awalnya terkena dampaknya, maskapai asal Prancis tersebut akhirnya memutuskan untuk memperpanjang pembatalannya ke Dubai dan Riyadh hingga Minggu.

Perusahaan lain yang bersangkutan

Air France juga tidak bukan satu-satunya maskapai penerbangan yang memutuskan untuk meninjau ulang jadwal penerbangannya. Seperti dia, grup maskapai penerbangan terkemuka Eropa, Lufthansa, mengumumkan akan membatalkan semua penerbangannya pada Sabtu ini, 28 Februari dari dan ke Beirut, Amman, Tel-Aviv, Erbil dan Teheran, hingga 7 Maret. Selain itu, maskapai grup lainnya, yaitu Swiss, Austrian Airlines, dan Brussels Airlines, telah menangguhkan penerbangan mereka ke dan dari Dubai dan Abu Dhabi hingga Minggu, kata Lufthansa dalam siaran persnya.

Penerbangan juga membatalkan satu sama lain secara berjenjang di sisi perusahaan internasional lainnya. Ini adalah kasus Air India yang memutuskan untuk menangguhkan semua penerbangannya ke ibu kota Timur Tengah, seperti halnya perusahaan Yunani Aegean Airlines yang mengindikasikan tidak lagi melayani kota Tel Aviv, Beirut, dan Erbil. Air Algeria dan Norwegia juga melakukan hal yang sama, sementara British Airways membatalkan semua penerbangannya ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 3 Maret demi menjaga keselamatan penumpang dan awaknya.



Source link