
Eduardo Conceicao telah menjadi salah satu prospek muda yang paling dicari dalam beberapa pekan terakhir, dengan beberapa klub top di Eropa mengejar pemain ajaib asal Brasil itu.
Wonderkid Palmeiras berusia 16 tahun juga masuk dalam radar FC Barcelona, dan direktur olahraga klub, Deco, diyakini telah melakukan kontak dengan rekannya di klub Brasil untuk menyampaikan minat tersebut.
Namun, persaingan untuk mendapatkan penyerang remaja ini semakin memanas, khususnya Manchester City yang muncul sebagai ancaman besar.
Manchester City memimpin perlombaan
Memang benar, menurut ESPN, Manchester City saat ini memimpin persaingan untuk mendapatkan Conceicao dan berusaha mempercepat negosiasi untuk menolak minat dari klub lain, khususnya rival di Liga Premier, yang merupakan salah satu pelamar paling aktif.
Rencana The Cityzens adalah mencapai kesepakatan sesegera mungkin, dengan biaya yang diusulkan sekitar €40 juta. Angka tersebut selaras dengan apa yang telah disiapkan klub-klub Inggris lainnya untuk membuka pembicaraan dengan Palmeiras.
Barcelona yang awalnya sempat meredam minatnya, belakangan kembali mengikuti persaingan untuk mendapatkan Conceicao.
Klub-klub besar lainnya, termasuk Chelsea dan Paris Saint-Germain, juga ikut bersaing dan tetap melakukan kontak rutin dengan orang-orang yang dekat dengan sang pemain.
Manchester United juga sedang mempertimbangkan tawaran sekitar €40 juta untuk penyerang muda tersebut, sementara Liverpool juga diketahui ikut dalam persaingan.
Namun, Manchester City, yang memiliki hubungan kerja yang baik dengan Palmeiras, setelah sebelumnya merekrut pemain seperti Gabriel Jesus dan Vitor Reis dari klub, saat ini berada di depan.
Karena Eduardo tidak bisa pindah ke Eropa hingga ia berusia 18 tahun, Palmeiras tidak berada dalam tekanan untuk menjualnya. Dengan situasi keuangan yang stabil, klub hanya akan mempertimbangkan kesepakatan pada tahap ini jika tawaran luar biasa diberikan.
Jadi, mungkin ada waktu bagi Barcelona untuk membalikkan keadaan, meskipun beberapa laporan di Spanyol menunjukkan bahwa tim Catalan mungkin tidak mengejar remaja tersebut dan nama mereka digunakan untuk menaikkan penilaiannya.












